![]() |
| Jokowi presiden Indonesia 2014-2019 |
Walaupun Prabowo-Hatta sedang mengajukan sengketa pemilihan
presiden (pilpres) ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun hampir bisa dipastikan
bahwa Jokowi – Jusuf Kalla (JK) lah yang akan dilantik sebagai presiden dan
wakil presiden Indonesia periode 2014-2019. Para pemimpin dunia sudah
mengucapkan selamat kepada Jokowi walaupun Prabowo meminta mereka untuk menunda
dulu ucapan selamat tersebut. Dengan selisih hingga hampir delapan setengah
juta suara, memang sulit untuk membayangkan bahwa bukanlah Jokowi presidennya.
Pasar juga menyambut positif terpilihnya Jokowi sebagai
presiden Indonesia. Namun seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Sirega, para investor sedang menunggu
pemgumuman program 100 hari kerja Jokowi ketika sudah dilantik sebagai presiden
nanti.
Mahendra menuturkan bahwa pergantian kepemimpinan nasional
merupakan momentum yang bagus bagi peningkatan investasi. Jika presiden
berkomitmen menjaga stabilitas, maka BKPM berjanji akan meningkatkan kemudahan
perizinan agar arus modal yang masuk lebih besar lagi.
Ia menambahkan "Dengan pemerintahan baru, ada harapan,
semangat, dan energi yang baru. BKPM pun
sekarang dengan Kemendagri terus memperbaiki kemudahan perizinan di kabupaten
dan kota, serta meningkatkan kemudahan memulai usaha."
Representasi program kerja yang solid dan tim yang kuat dari
Jokowi juga akan semakin meningkatkan lagi iklim investasi yang saat ini tengah
tumbuh dengan cepat. Sepanjang triwulan
II 2014, BKPM mencatat gabungan realisasi investasi asing maupun domestik
mencapai Rp 116,2 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Ini meningkat 16,4%
dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 99,8 triliun.
Mahendra juga menilai bahwa para investor sudah menduga
bahwa kubu Prabowo-Hatta memang akan mengajukan sengketa ke MK sehingga hal
tersebut sudah diantisipasi. "Paling tidak, kita kan tidak perlu masuk
pemilu putaran kedua. Saya rasa semuanya akan aman dan lancar. Termasuk dengan
pengajuan ke MK, itu ada dalam proses. Saya rasa, investor tetap optimistis,”
jelasnya.
Semoga saja Prabowo bisa segera legowo agar roda
perekonomian Indonesia bisa berputar lebih cepat lagi. Kepentingan bangsa dan
negara tentunya lebih penting daripada ego sendiri semata. Adalah suatu kabar
baik bagi kita semua bahwa pasar menyukai presiden terpilih kita, Joko Widodo!




