Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2015

Jokowi Blusukan ke BEI, IHSG Meroket

BEI
Memang sektor investasi bisa dibilang adalah anak kesayangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bagaimana tidak, sore tadi Jokowi mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah kedatangan Jokowi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor.

Pada penutupan hari ini, IHSG kembali menembus rekor dengan ditutup pada level 5.523,29 atau naik 43,26 poin 0,79 persen. Dengan pencapaian ini, orang nomor satu di Indonesia ini yakin kepercayaan investor kepada Indonesia sangat tinggi.

"IHSG 5.520 tertinggi sepanjang sejarah. Artinya kepercayaan investasi dari investor ke Indonesia sangat baik," uajr Presiden Jokowi di Gedung BEI.

Selain kepercayaan investor, Jokowi juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat baik. Dia bisa bilang bahwa dia meyakini pasar modal merupakan salah satu instrumen penggerak perekonomian Tanah Air.

Untuk itu, pihaknya pun menuturkan untuk mendorong investasi perlunya perbaikan regulasi.

"Terus lakukan kebijakan-kebijakan, menyederhanakan izin, memperbaiki kebijakan. Sehingga semua percaya bahwa kita memang ingin memperbaiki, dalam semua hal lewat kebijakan ekonomi," ujarnya.

Tapi dari gesture sederhana bisa diinterpretasikan luas bahwa Jokowi memang menaruh perhatian pada dunia investasi Indonesia. Investor sangat senang dan percaya pada Jokowi sehingga nilai IHSG meningkat tajam.


Jokowi harus terus mempertahankan iklim kondusif ini. Apalagi tidak perlu lah sentimen anti asing dan mengagung-agungkan nasionalisme. Yang penting hasil konkrit bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Selasa, 08 Juli 2014

Pasar Indonesia Menanggapi Positif Salam Dua Jari

IHSG
Seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah belakangan ini melemah. Namun berkat adanya Jokowi-effect, nilai tukar rupiah menguat! Hal tersebut sudah kita saksikan sendiri ketika Jokowi memutuskan calon wakil presiden yang akan diusungnya adalah Jusuf Kalla. Pasar menyambut positif.

Nah yang baru lagi, nilai tukar rupiah menguat ke level tertinggi sejak Desember 2013 karena spekulasi bahwa Jokowi akan memenangkan pemlihan presiden (pilpres) kali ini! Merujuk pada data Bloomberg per 7 Juli 2014, rupiah naik 1,6 persen ke level Rp 11.688 per dolar AS sejak pukul 11.30 WIB. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak 2 Desember 2013. Di pasar global, rupiah naik 1,1 persen ke level Rp 11.730 per dolar AS, atau 0,4 persen lebih lemah dibanding pasar lokal.

Terlihat bahwa para investor lebih menyukai Jokowi dibandingkan dengan Prabowo. Mungkin hal ini ada sangkut pautnya dengan sentimen anti asing yang sering dilontarkan oleh Prabowo di kampanye-kampanyenya. Beberapa waktu yang lalu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyatakan dukungan mereka untuk Jokowi. Apindo menilai bahwa Jokowi akan lebih pro pengusaha dan mengerti perspektif pengusaha karena Jokowi dan Jusuf Kalla memiliki latar belakang sebagai pebisnis.

Apa yang akan terjadi kiranya Prabowo yang memenangkan pilpres kali ini? Apakah rupiah akan langsung melemah drastis? Sulit diduga memang, namun sepertinya hal tersebut tidak akan disambut baik oleh dunia internasional. Berbagai media internasional sedang menyoroti pilpres Indonesia kali ini karena selain kenyataan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, faktor lainnya adalah karena salah satu calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto, adalah pelanggar hak asasi manusia (HAM). Tentu mata internasional hendak menyaksikan apakah negara muslim terbesar di dunia ini akan dimenangkan oleh seorang pelanggar HAM! Apabila ini terjadi, tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang positif.

Sentimen anti asing dan ultra-nasionalis yang digadang-gadang Prabowo juga membuat pasar dan para investor takut. Jangan-jangan benar nanti Prabowo akan menasionalisasi berbagai aset asing. Padahal kalau dipikir-pikir, keberadaan asing di negeri kita ini tidak merugikan, malahan menambah investasi sehingga ekonomi kita berkembang. Tidak sedikit orang asing tersebut yang sudah menikah dengan orang Indonesia dan bersama anak mereka tinggal di Indonesia. Mereka juga pastilah menginginkan kemajuan Indonesia demi anak-anak mereka.

Semoga saja isu rusuh yang berhembus sekarang-sekarang ini tidak terjadi sehingga tidak mengganggu pasar dan nilai tukar rupiah. Yang pasti-pasti damai saja. Salam dua jari!