Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

PTSP Sukses Diimplementasikan di Solo

PTSP di Solo
Begitu banyak angan-angan pemerintah untuk pelayanan perijinan yang cepat dan mudah, akhirnya ada juga contoh suksesnya. Proses pelayanan perizinan usaha di Kota Solo ternyata hanya membutuhkan waktu dua hari saja! Hal ini lantaran diberlakukannya pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kota Surakarta sejak 2012 lalu.

Kepala BPMPT Kota Surakarta Toto Amanto menyatakan bahwa masyarakat cukup membawa persyaratan yang dibutuhkan secara lengkap, tanpa dipungut biaya apapun.

"Tidak ada yang kami persulit. Masyarakat tinggal datang membawa dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan. Paling lama dua hari izin usaha sudah keluar," ujar Toto.

Pernyataan tersebut dibuktikan langsung oleh Yohanes, seorang warga Solo yang sudah dua kali mengurus perizinan usaha.

"Semuanya mudah dan cepat. Saya juga tidak dipungut biaya apapun untuk mengurus izin ini. Benar-benar puas-lah," katanya.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per 8 Juni 2015 menyebutkan, telah terbentuk 507 PTSP di seluruh Indonesia, terdiri dari 34 PTSP Provinsi, 370 PTSP Kabupaten, 97 PTSP Kota, 4 PTSP Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), dan 2 PTSP Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

BPMPT Kota Surakarta menjadi salah satu PTSP Kota terbaik peringkat tiga pada 2011 dan peringkat kedua pada 2014.

Kabar ini merupakan kabar yang sangat baik. Mungkin memang cita-cita besar Jokowi ini akhirnya bisa diwujudkan di kota asal Jokowi ini karena pengaruh Jokowi yang kuat di sana.


Semoga saja contoh sukses ini akan segera menjalar ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan diimplementasikannya ini, dapat dipastikan bahwa perekonomian akan makin maju.

Kamis, 14 Mei 2015

Jokowi Akui Birokrasi Lesukan Investasi

Jokowi
Presiden Joko Widodo mengatakan perdagangan dan investasi saat ini menjadi kunci pertumbuhan di daerah. Saat membuka acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Jokowi berpesan agar jangan sampai semua pimpinan daerah tidak terjebak pada rutinitas birokrasi sehingga melupakan membangun strategi kebijakan di daerah.

"Banyak sekali potensi daerah, kekuatan ekonomi di daerah yang tidak terangkat dengan baik karena pimpinan daerah terjebak pada rutinitas keseharian di pemerintahan," ujar Jokowi.

Jokowi melihat banyak sekali peluang yang ditawarkan investor dan komoditas-komoditas yang bisa saling dipertukarkan antara kabupaten, kota, dan provinsi. "Tetapi ini tidak banyak dilakukan," tukasnya. 

Untuk itu, Jokowi ingin pimpinan daerah, baik bupati dan wali kota dapat menjalin komunikasi yang baik antar-pemerintahan daerah. Dia mencontohkan di suatu daerah, stok beras sangat melimpah, sedangkan di daerah lain pasokannya tidak ada. Semestinya, antar-kedua pemerintah daerah tersebut dapat berkomunikasi langsung tanpa harus melewati pihak kedua atau ketiga. 

"Bupati dengan bupati, wali kota dengan wali kota. Tetapi ini yang saya daerah-daerah belum melaksanakan," tegasnya.

Dia juga meminta semua kepala daerah membangun karakter sebuah kota. Karakter kota penting untuk membangun indentitas sebuah daerah yang diperlukan dalam bidang investasi.

Presiden tidak ingin kota penghasil kakao atau cokelat justru menawarkan investasi komoditas lain. "Ada sebuah daerah punya hamparan luas untuk sawah padi tetapi yang ditawarkan kawasan industrinya. Seharusnya potensi yang lebih besar ditawarkan dulu."

Tepat sekali yang dikatakan presiden kita. Seharusnya birokrasi dikesampingkan demi tumbuhnya investasi yang dibutuhkan oleh perekonomian kita. Apalagi Indonesia memang sudah terkenal dengan investasinya yang berbelit. Indonesia harus mengubah budaya birokrasi berbelit tersebut.

Rabu, 22 April 2015

Jokowi: Jika Anda Menemui Masalah, Hubungi Saya!

Jokowi di World Ecnomic Forum
Jakarta menjadi tuan rumah perhelatan akbar ekonomi dunia tahun ini! Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut gembira penyelenggaraan World Economic Forum On East Asia (WEF-EA) ke-24, di Jakarta, yang pelaksanaannya berdekatan dengan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA), di Bandung.

Presiden berharap kedatangan para pemimpin bisnis dunia, politisi, akademisi, dan pemimpin masyarakat lain dalam WEF-EA itu, bisa melihat peluang usaha yang sangat besar di Indonesia.

“Silakan datang dan berinvestasi di Indonesia. Jika anda menemui masalah, silakan hubungi saya,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan WEF-EA ke-24.

Dalam masa transisi ini, Jokowi mengaku Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya berada pada posisi yang sangat sulit. Namun, ia yakin di dalam kendala pasti ada kesempatan.

"Faktanya, kendala yang kami hadapi adalah peluang bagi Anda,” kata Jokowi.

Presiden mengisahkan, setelah tahun 1997, Asia Tenggara mengalami krisis keuangan. Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah Indonesia akan bertahan? Jawabnya, kata Jokowi, sudah hampir 20 tahun berlalu, Indonesia saat ini menjadi negara demokrasi yang stabil.

Bhineka Tunggal Ika lebih kuat dari sebelumnya. Indonesia telah menjadi lima besar negara dengan ekonomi terbesar di Asia serta merupakan pemain kunci di G-20.

“Rakyat Indonesia sangat bijaksana. Mereka memiliki potensi yang besar. Oleh sebab itu, saya disini untuk mengundang anda dengan keyakinan 100 persen, Indonesia akan bangkit. 100 yakin Indonesia akan bangkit,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi kembali menyampaikan undangannya kepada para peserta WEF-EA ke-24 untuk bergabung bersama dirinya dan seluruh rakyat Indonesia dalam perjalanan yang sangat luar biasa, petualangan yang luar biasa, dan untuk memperoleh profit yang luar biasa pula.

“Dan jika Anda menemui masalah, silakan hubungi saya!” tegasnya.

Pernyataan ini tentunya sangat disambut baik oleh semua calon investor di Indonesia. Para investor pasti akan merasa lebih tertarik dan diundang untuk berinvestasi di Indonesia.


Memang di masa Jokowi ini adalah masa keemasan investasi Indonesia karena rejim yang sangat terbuka bagi investor. Semoga hal ini tetap akan bisa dipertahankan.

Rabu, 08 April 2015

Jokowi Blusukan ke BEI, IHSG Meroket

BEI
Memang sektor investasi bisa dibilang adalah anak kesayangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bagaimana tidak, sore tadi Jokowi mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah kedatangan Jokowi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor.

Pada penutupan hari ini, IHSG kembali menembus rekor dengan ditutup pada level 5.523,29 atau naik 43,26 poin 0,79 persen. Dengan pencapaian ini, orang nomor satu di Indonesia ini yakin kepercayaan investor kepada Indonesia sangat tinggi.

"IHSG 5.520 tertinggi sepanjang sejarah. Artinya kepercayaan investasi dari investor ke Indonesia sangat baik," uajr Presiden Jokowi di Gedung BEI.

Selain kepercayaan investor, Jokowi juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat baik. Dia bisa bilang bahwa dia meyakini pasar modal merupakan salah satu instrumen penggerak perekonomian Tanah Air.

Untuk itu, pihaknya pun menuturkan untuk mendorong investasi perlunya perbaikan regulasi.

"Terus lakukan kebijakan-kebijakan, menyederhanakan izin, memperbaiki kebijakan. Sehingga semua percaya bahwa kita memang ingin memperbaiki, dalam semua hal lewat kebijakan ekonomi," ujarnya.

Tapi dari gesture sederhana bisa diinterpretasikan luas bahwa Jokowi memang menaruh perhatian pada dunia investasi Indonesia. Investor sangat senang dan percaya pada Jokowi sehingga nilai IHSG meningkat tajam.


Jokowi harus terus mempertahankan iklim kondusif ini. Apalagi tidak perlu lah sentimen anti asing dan mengagung-agungkan nasionalisme. Yang penting hasil konkrit bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Selasa, 07 April 2015

Triliunan Investasi Asing di Sektor Kelistrikan

listrik
Kabar luar biasa lagi-lagi datang dari dunia investasi Indonesia. Sepertinya memang investasi akan berjaya di bawah pemerintahan Jokowi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja dikabarkan menerima permohonan izin investasi sektor ketenagalistrikan dari 12 perusahaan asing. Adapun total investasi yang masuk dari 12 perusahaan tersebut mencapai USD8,94 miliar

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan PTSP Pusat di BKPM untuk sektor ketenagalistrikan. Franky menambahkan selain permohonan perizinan dari perusahaan asing, BKPM juga sudah menerima permohonan izin investasi ketenagalistrikan dari 17 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp3,45 triliun.

"Sektor ketenagalistrikan merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan dalam pemberlakuan PTSP Pusat. Paralel dengan layanan perizinan ini, BKPM dan Kementerian terkait juga melakukan proses penyederhanaan dan percepatan waktu pengurusan perizinan. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk melakukan proses penyederhanaan perizinan," terangnya.

Franky juga menyatakan bahwa kedua belas perusahaan asing tersebut tengah mengajukan perizinan 15 proyek listrik yang lokasinya tersebar di 12 provinsi, yaitu Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara

Adapun ke-12 investor asing yang sudah mengajukan permohonan izin ke BKPM berasal dari Jepang sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi USD1 Miliar, China satu perusahaan dengan nilai USD6,26 miliar, Seychelles satu perusahaan senilai USD211,6 juta, Singapura lima perusahaan senilai USD444 juta, serta dua perusahaan yang dimiliki oleh gabungan negara dengan nilai investasi USD1,02 miliar.


Bagus sekali kalau pemerintah memang mendukung banjirnya investasi dari luar. Ini berarti pemerintah realistis dan tidak alergi dengan sentimen nasionalisme tidak bermutu. Yang penting rakyat bisa melihat hasilnya dan bukan hisapan jempol belaka.

Selasa, 24 Maret 2015

ADB Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Naik Sebesar 5,5%

ADB
Pemerintahan Jokowi memang memberikan angin segar bagi dunia investasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) pun bisa melihat itu. ADB menilai pertumbuhan ekonomi akan membaik pada 2015 yakni sebesar 5,5 persen. Walaupun angka tersebut sebenarnya lebih rendah dari target pertumbuhan pemerintah yang sebesar 5,7 persen dan meningkat menjadi 6 persen pada 2016.

Faktor-faktor yang memungkinkan hal tersebut adalah di antaranya adanya perbaikan iklim investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, penurunan biaya logistik, dan peningkatan implementasi anggaran menjadi dasar perkiraan ADB. Deputy Country Director ADB Edimon Ginting juga mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih berperan kuat. Selain itu, investasi sektor pemerintah pun harus berkontribusi maksimal.

Adanya reformasi kebijakan diperkirakan akan menstimulasi investasi swasta. Sedangkan, public investment di tahun lalu masih rendah hanya dieksekusi sekitar 85 persen dari target. Pemerintah juga diharapkan akan menaikkan dan beberapa sektor swasta makin positif baik seperti foreign direct investment (FDI).

Namun ADB menekankan, bahwa betapa besarnya peran investasi dari sektor publik dan swasta untuk mendukung pertumbuhan tahun ini. Untuk itu, pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan agar menarik investasi masuk lebih banyak ke Indonesia.

ADB juga menganggap bahwa target investasi 2015 Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPPM) sebesar Rp 519 triliun masih realistis. Meksipun pada awal tahun memang masih rendah, namun akan semakin meningkat pada kuartal mendatang.

Pemerintah juga diharapkan untuk melanjutkan upaya tersebut dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mempercepat pembangunan infrastruktur, mengurangi biaya logistik dan memperkuat proses implementasi anggaran.

Pemerintah juga seharusnya menerima sebanyak mungkin investasi yang mana para investor tertarik. Intinya jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Seperti di Blok Mahakam misalnya. Masa pemerintah mau menolak triliunan rupiah yang mana Total E&P tertarik untuk investasi hingga triliunan rupiah? Tentunya jumlah uang sebanyak itu akan meningkatkan roda perekonomian Indonesia.