Selasa, 07 April 2015

Triliunan Investasi Asing di Sektor Kelistrikan

listrik
Kabar luar biasa lagi-lagi datang dari dunia investasi Indonesia. Sepertinya memang investasi akan berjaya di bawah pemerintahan Jokowi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja dikabarkan menerima permohonan izin investasi sektor ketenagalistrikan dari 12 perusahaan asing. Adapun total investasi yang masuk dari 12 perusahaan tersebut mencapai USD8,94 miliar

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan PTSP Pusat di BKPM untuk sektor ketenagalistrikan. Franky menambahkan selain permohonan perizinan dari perusahaan asing, BKPM juga sudah menerima permohonan izin investasi ketenagalistrikan dari 17 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp3,45 triliun.

"Sektor ketenagalistrikan merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan dalam pemberlakuan PTSP Pusat. Paralel dengan layanan perizinan ini, BKPM dan Kementerian terkait juga melakukan proses penyederhanaan dan percepatan waktu pengurusan perizinan. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk melakukan proses penyederhanaan perizinan," terangnya.

Franky juga menyatakan bahwa kedua belas perusahaan asing tersebut tengah mengajukan perizinan 15 proyek listrik yang lokasinya tersebar di 12 provinsi, yaitu Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara

Adapun ke-12 investor asing yang sudah mengajukan permohonan izin ke BKPM berasal dari Jepang sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi USD1 Miliar, China satu perusahaan dengan nilai USD6,26 miliar, Seychelles satu perusahaan senilai USD211,6 juta, Singapura lima perusahaan senilai USD444 juta, serta dua perusahaan yang dimiliki oleh gabungan negara dengan nilai investasi USD1,02 miliar.


Bagus sekali kalau pemerintah memang mendukung banjirnya investasi dari luar. Ini berarti pemerintah realistis dan tidak alergi dengan sentimen nasionalisme tidak bermutu. Yang penting rakyat bisa melihat hasilnya dan bukan hisapan jempol belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar