![]() |
| ADB |
Pemerintahan Jokowi memang memberikan angin segar bagi dunia
investasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) pun bisa melihat itu. ADB
menilai pertumbuhan ekonomi akan membaik pada 2015 yakni sebesar 5,5 persen.
Walaupun angka tersebut sebenarnya lebih rendah dari target pertumbuhan
pemerintah yang sebesar 5,7 persen dan meningkat menjadi 6 persen pada 2016.
Faktor-faktor yang memungkinkan hal tersebut adalah di
antaranya adanya perbaikan iklim investasi, percepatan pembangunan
infrastruktur, penurunan biaya logistik, dan peningkatan implementasi anggaran
menjadi dasar perkiraan ADB. Deputy Country Director ADB Edimon Ginting juga
mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih berperan kuat. Selain itu, investasi
sektor pemerintah pun harus berkontribusi maksimal.
Adanya reformasi kebijakan diperkirakan akan menstimulasi
investasi swasta. Sedangkan, public investment di tahun lalu masih rendah hanya
dieksekusi sekitar 85 persen dari target. Pemerintah juga diharapkan akan
menaikkan dan beberapa sektor swasta makin positif baik seperti foreign direct
investment (FDI).
Namun ADB menekankan, bahwa betapa besarnya peran investasi
dari sektor publik dan swasta untuk mendukung pertumbuhan tahun ini. Untuk itu,
pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan agar menarik investasi masuk
lebih banyak ke Indonesia.
ADB juga menganggap bahwa target investasi 2015 Badan
Koordinator Penanaman Modal (BKPPM) sebesar Rp 519 triliun masih realistis.
Meksipun pada awal tahun memang masih rendah, namun akan semakin meningkat pada
kuartal mendatang.
Pemerintah juga diharapkan untuk melanjutkan upaya tersebut
dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mempercepat pembangunan
infrastruktur, mengurangi biaya logistik dan memperkuat proses implementasi
anggaran.
Pemerintah juga seharusnya menerima sebanyak mungkin
investasi yang mana para investor tertarik. Intinya jangan menyia-nyiakan
kesempatan yang ada. Seperti di Blok Mahakam misalnya. Masa pemerintah mau
menolak triliunan rupiah yang mana Total E&P tertarik untuk investasi
hingga triliunan rupiah? Tentunya jumlah uang sebanyak itu akan meningkatkan
roda perekonomian Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar