Selasa, 24 Maret 2015

ADB Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Naik Sebesar 5,5%

ADB
Pemerintahan Jokowi memang memberikan angin segar bagi dunia investasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) pun bisa melihat itu. ADB menilai pertumbuhan ekonomi akan membaik pada 2015 yakni sebesar 5,5 persen. Walaupun angka tersebut sebenarnya lebih rendah dari target pertumbuhan pemerintah yang sebesar 5,7 persen dan meningkat menjadi 6 persen pada 2016.

Faktor-faktor yang memungkinkan hal tersebut adalah di antaranya adanya perbaikan iklim investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, penurunan biaya logistik, dan peningkatan implementasi anggaran menjadi dasar perkiraan ADB. Deputy Country Director ADB Edimon Ginting juga mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih berperan kuat. Selain itu, investasi sektor pemerintah pun harus berkontribusi maksimal.

Adanya reformasi kebijakan diperkirakan akan menstimulasi investasi swasta. Sedangkan, public investment di tahun lalu masih rendah hanya dieksekusi sekitar 85 persen dari target. Pemerintah juga diharapkan akan menaikkan dan beberapa sektor swasta makin positif baik seperti foreign direct investment (FDI).

Namun ADB menekankan, bahwa betapa besarnya peran investasi dari sektor publik dan swasta untuk mendukung pertumbuhan tahun ini. Untuk itu, pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan agar menarik investasi masuk lebih banyak ke Indonesia.

ADB juga menganggap bahwa target investasi 2015 Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPPM) sebesar Rp 519 triliun masih realistis. Meksipun pada awal tahun memang masih rendah, namun akan semakin meningkat pada kuartal mendatang.

Pemerintah juga diharapkan untuk melanjutkan upaya tersebut dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mempercepat pembangunan infrastruktur, mengurangi biaya logistik dan memperkuat proses implementasi anggaran.

Pemerintah juga seharusnya menerima sebanyak mungkin investasi yang mana para investor tertarik. Intinya jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Seperti di Blok Mahakam misalnya. Masa pemerintah mau menolak triliunan rupiah yang mana Total E&P tertarik untuk investasi hingga triliunan rupiah? Tentunya jumlah uang sebanyak itu akan meningkatkan roda perekonomian Indonesia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar