Kamis, 05 Maret 2015

Investasi Tidak Terganggu Naiknya Dolar

USD
Ekonomi Indonesia dikagetkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Satu dolar menembus hingga 13.000 rupiah. Yah walaupun sebenarnya hal ini sudah bisa diprediksi sejak lama sih. Karena sejak akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang cenderung melemah. Puncaknya ya memang hari ini, di mana dolar AS akhirnya menembus level Rp 13.000 tersebut.

Walau demikian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani yakin pelemahan rupiah tidak akan berpengaruh terhadap minat investasi ke Indonesia. Fluktuasi kurs dinilainya sebagai fenomena jangka pendek, sementara investasi adalah untuk jangka panjang.

Oleh sebab itu, Franky meyakinkan bahwa hingga saat ini belum ada kekhawatiran dari para investor. Dia mengaku belum ada yang menyatakan dengan adanya pelemahan rupiah lalu investor membatalkan. Belum ada yang menyatakan mundur.

Selain itu, biasanya pengusaha sudah memiliki kalkulasi perkiraan kurs rata-rata selama setahun. Pelemahan kurs yang terjadi jangka pendek tentunya sudah masuk dalam perhitungan. Apalagi ini masih Januari-Februari. Belum bisa dilihat secara signifikan dampaknya terhadap investasi.

Ke depannya rupiah masih berpotensi menguat. Penguatan rupiah akan disokong oleh meningkatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Banyak arus modal yang akan masuk. Semakin tinggi investasi, akan lebih bisa menstabilkan rupiah.


Untung deh tidak terjadi efek yang siginifikan di dunia investasi. Karena kan Indonesia memiliki target yang sangat tinggi terkait tingkat investasi di Indonesia untuk tahun ini. Semoga saja jumlah investasi akan meningkat terus sehingga target bisa tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar