![]() |
| USD |
Ekonomi Indonesia dikagetkan dengan melemahnya nilai tukar
rupiah terhadap dolar. Satu dolar menembus hingga 13.000 rupiah. Yah walaupun
sebenarnya hal ini sudah bisa diprediksi sejak lama sih. Karena sejak akhir
pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang cenderung
melemah. Puncaknya ya memang hari ini, di mana dolar AS akhirnya menembus level
Rp 13.000 tersebut.
Walau demikian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) Franky Sibarani yakin pelemahan rupiah tidak akan berpengaruh terhadap
minat investasi ke Indonesia. Fluktuasi kurs dinilainya sebagai fenomena jangka
pendek, sementara investasi adalah untuk jangka panjang.
Oleh sebab itu, Franky meyakinkan bahwa hingga saat ini
belum ada kekhawatiran dari para investor. Dia mengaku belum ada yang
menyatakan dengan adanya pelemahan rupiah lalu investor membatalkan. Belum ada
yang menyatakan mundur.
Selain itu, biasanya pengusaha sudah memiliki kalkulasi
perkiraan kurs rata-rata selama setahun. Pelemahan kurs yang terjadi jangka
pendek tentunya sudah masuk dalam perhitungan. Apalagi ini masih
Januari-Februari. Belum bisa dilihat secara signifikan dampaknya terhadap
investasi.
Ke depannya rupiah masih berpotensi menguat. Penguatan
rupiah akan disokong oleh meningkatnya investasi yang masuk ke Indonesia. Banyak
arus modal yang akan masuk. Semakin tinggi investasi, akan lebih bisa
menstabilkan rupiah.
Untung deh tidak terjadi efek yang siginifikan di dunia
investasi. Karena kan Indonesia memiliki target yang sangat tinggi terkait
tingkat investasi di Indonesia untuk tahun ini. Semoga saja jumlah investasi
akan meningkat terus sehingga target bisa tercapai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar