![]() |
| Yuddy Chrisnandi |
Pemerintah menggembar-gemborkan lagi gol ambisiusnya. Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi
mengatakan, besarnya target investasi dalam lima tahun ke depan membutuhkan
partisipasi dari banyak pihak. Tidak saja dari pemerintah pusat, pemda dan
BUMN, tetapi dari kalangan dunia usaha swasta, baik dalam maupun luar negeri.
Hal tersebut dikarenakan hingga tahun 2019 mendatang
ditargetkan investasi mencapai tiga ribu lima ratus triliun rupiah, lebih dari
separuh gross domestic brutto tahun ini, yakni sekitar enam ribu lima ratus triliun
rupiah.
Dengan kebutuhan investasi sebesar itu, maka diperhitungkan
bahwa diperlukan pertumbuhan investasi sekitar Rp 700 triliun setiap tahun. Oleh
karena itu, pemerintah terus melakukan perbaikan pelayanan investasi, antara
lain melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).
Melalui PTSP, maka pelayanan perizinan semakin jelas, mudah,
cepat, sehingga akan mengurangi biaya-biaya yang tidak jelas serta memberikan
kepastian bagi investor. PTSP nasional yang ada di Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) telah mengintegrasikan seluruh kementerian/lembaga yang terkait
dengan perizinan investasi. Dengan demikian calon investor cukup datang ke
BKPM, dan semuanya diselesaikan di situ.
Akan halnya dengan calon investor di daerah, selain
mendorong terus terbentuknya PTSP di daerah, pemerintah juga terus membangun
pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara. Kini sudah bukan lagi
masanya birokrasi priyayi, tetapi birokrasi harus melayani masyarakat, baik
pelayanan dasar maupun pelayanan perijinan
usaha.
Beberapa sektor yang menjadi foKus dalam pemerintahan
Kabinet Kerja, yakni sektor pertanian, kemaritiman, tenaga listrik, industri
substitusi impor, serta industri padat karya seperti pariwisata. Menurut
Menteri, semua itu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh kalangan
dunia usaha, baik domestik maupun asing.
Namun diingatkan bahwa besarnya investasi saja belum cukup,
karena pembangunan ekonomi juga harus memperhatikan pemerataan, baik
kewilayahan maupun strata ekonomi. Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru harus
terus dibangun, tetapi jangan semuanya terpusat di Jawa saja.
Tota
Tapi kita lihat saja tuh, dengan gol seambisius itu tapi
pemerintah menyia-nyiakan niat baik dari Total E&P yang sudah menyatakan
bersedia untuk investasi hingga triliunan rupiah di Blok Mahakam. Seharusnya
investasi tersebut diterima saja, lumayan kan untuk menyumbang gol pemerintah.
Masa gol dan kenyataan tidak sejalan sih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar