![]() |
| IHSG |
Seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah belakangan ini
melemah. Namun berkat adanya Jokowi-effect, nilai tukar rupiah menguat! Hal
tersebut sudah kita saksikan sendiri ketika Jokowi memutuskan calon wakil
presiden yang akan diusungnya adalah Jusuf Kalla. Pasar menyambut positif.
Nah yang baru lagi, nilai tukar rupiah menguat ke level
tertinggi sejak Desember 2013 karena spekulasi bahwa Jokowi akan memenangkan
pemlihan presiden (pilpres) kali ini! Merujuk pada data Bloomberg per 7 Juli
2014, rupiah naik 1,6 persen ke level Rp 11.688 per dolar AS sejak pukul 11.30
WIB. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak 2 Desember 2013. Di pasar
global, rupiah naik 1,1 persen ke level Rp 11.730 per dolar AS, atau 0,4 persen
lebih lemah dibanding pasar lokal.
Terlihat bahwa para investor lebih menyukai Jokowi
dibandingkan dengan Prabowo. Mungkin hal ini ada sangkut pautnya dengan
sentimen anti asing yang sering dilontarkan oleh Prabowo di
kampanye-kampanyenya. Beberapa waktu yang lalu, Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo) juga menyatakan dukungan mereka untuk Jokowi. Apindo menilai bahwa
Jokowi akan lebih pro pengusaha dan mengerti perspektif pengusaha karena Jokowi
dan Jusuf Kalla memiliki latar belakang sebagai pebisnis.
Apa yang akan terjadi kiranya Prabowo yang memenangkan
pilpres kali ini? Apakah rupiah akan langsung melemah drastis? Sulit diduga
memang, namun sepertinya hal tersebut tidak akan disambut baik oleh dunia
internasional. Berbagai media internasional sedang menyoroti pilpres Indonesia
kali ini karena selain kenyataan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi
terbesar ketiga di dunia, faktor lainnya adalah karena salah satu calon
presiden Indonesia, Prabowo Subianto, adalah pelanggar hak asasi manusia (HAM).
Tentu mata internasional hendak menyaksikan apakah negara muslim terbesar di
dunia ini akan dimenangkan oleh seorang pelanggar HAM! Apabila ini terjadi,
tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang positif.
Sentimen anti asing dan ultra-nasionalis yang
digadang-gadang Prabowo juga membuat pasar dan para investor takut. Jangan-jangan
benar nanti Prabowo akan menasionalisasi berbagai aset asing. Padahal kalau
dipikir-pikir, keberadaan asing di negeri kita ini tidak merugikan, malahan
menambah investasi sehingga ekonomi kita berkembang. Tidak sedikit orang asing
tersebut yang sudah menikah dengan orang Indonesia dan bersama anak mereka
tinggal di Indonesia. Mereka juga pastilah menginginkan kemajuan Indonesia demi
anak-anak mereka.
Semoga saja isu rusuh yang berhembus
sekarang-sekarang ini tidak terjadi sehingga tidak mengganggu pasar dan nilai
tukar rupiah. Yang pasti-pasti damai saja. Salam dua jari!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar