Jumat, 25 Juli 2014

Dunia Investasi Menyambut Baik Presiden Indonesia Terpilih Jokowi

Jokowi blusukan ke bursa efek
Presiden terpilih Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla (JK) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres) 2014. Hal ini disambut dengan sangat positif oleh pasar yang ditandai dengan penguatan rupiah.

Pasar menyambut dengan sangat positif karena Jokowi dianggap sebagai kandidat yang lebih ramah investor dibandingkan dengan Prabowo. Jokowi diharapkan agar mengadopsi kebijakan-kebijakan yang ramah investor. Sektor-sektor kunci yang diharapkan dari reformasi kebijakan tersebut termasuk pula di antaranya bidang minyak dan gas, dimana Singapura memiliki perusahaan-perusahaan yang ahli di bidang tersebut.

Gundy Cahyadi, seorang dari ekonom dari Bank DBS mengatakan bahwa menurutnya pemerintahan Jokowi akan pragmatis terhadap ekonomi. Mereka memperkirakan bahwa bidang infrastruktur kekurangan setidaknya 35 hingga 40 miliar USD per tahunnya. Angka sebesar itu tentunya tidak bisa dicapai oleh investor domestik semata, namun dibutuhkan pula investasi dari luar negeri. Maka apabila Jokowi benar-benar serius menjalankan program peningkatan infrastrukturnya, Jokowi akan pro-bisnis dan pro-investor asing.

Singapura adalah investor kedua terbesar Indonesia tahun lalu, dimana Singapura melakukan investasi lebih dari 5,7 miliar SGD. Sektor investasi yang diminati Singapura di antaranya adalah bidang minyak dan gas. Gundi menambahkan bahwa salah satu sektor yang akan dikembangkan dengan signifikan adalah sektor minyak dan gas, yang mana Singapura memiliki keahlian di bidang tersebut.

Kurangnya jalan raya, pelabuhan, listrik dan sarana dasar lainnya, dan juga birokrasi yang korup membuat investor asing menjadi enggan berinvestasi di Indonesia. Banyak investor yang mengeluhkan soal ijin usaha yang terlalu rumit, panjang, dan bertele-tele. Tidak jarang proses tersebut memakan waktu hingga dua tahun. Apabila Jokowi bisa memecahkan permasalahan soal ijin rumit ini, tentu infrastruktur akan berkembang lebih cepat.

Jokowi optimis bahwa dia akan bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Jokowi bilang bahwa dia tidak akan segan-segan memecat oknum-oknum yang melakukan kecurangan karena menurutnya masih ada ribuan orang baik di Indonesia ini untuk menggantikan mereka.


Semoga saja pemerintahan di bawah Jokowi memang akan memberikan warna baru bagi dunia investasi, khusunya di bidang minyak dan gas. Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alamnya akan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kemashalatan rakyatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar