![]() |
| Jokowi blusukan ke bursa efek |
Presiden terpilih Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo dan
wakilnya Jusuf Kalla (JK) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pemilihan
presiden (pilpres) 2014. Hal ini disambut dengan sangat positif oleh pasar yang
ditandai dengan penguatan rupiah.
Pasar menyambut dengan sangat positif karena Jokowi dianggap
sebagai kandidat yang lebih ramah investor dibandingkan dengan Prabowo. Jokowi
diharapkan agar mengadopsi kebijakan-kebijakan yang ramah investor. Sektor-sektor
kunci yang diharapkan dari reformasi kebijakan tersebut termasuk pula di
antaranya bidang minyak dan gas, dimana Singapura memiliki perusahaan-perusahaan
yang ahli di bidang tersebut.
Gundy Cahyadi, seorang dari ekonom dari Bank DBS mengatakan
bahwa menurutnya pemerintahan Jokowi akan pragmatis terhadap ekonomi. Mereka
memperkirakan bahwa bidang infrastruktur kekurangan setidaknya 35 hingga 40 miliar
USD per tahunnya. Angka sebesar itu tentunya tidak bisa dicapai oleh investor
domestik semata, namun dibutuhkan pula investasi dari luar negeri. Maka apabila
Jokowi benar-benar serius menjalankan program peningkatan infrastrukturnya,
Jokowi akan pro-bisnis dan pro-investor asing.
Singapura adalah investor kedua terbesar Indonesia tahun
lalu, dimana Singapura melakukan investasi lebih dari 5,7 miliar SGD. Sektor
investasi yang diminati Singapura di antaranya adalah bidang minyak dan gas.
Gundi menambahkan bahwa salah satu sektor yang akan dikembangkan dengan
signifikan adalah sektor minyak dan gas, yang mana Singapura memiliki keahlian
di bidang tersebut.
Kurangnya jalan raya, pelabuhan, listrik dan sarana dasar
lainnya, dan juga birokrasi yang korup membuat investor asing menjadi enggan
berinvestasi di Indonesia. Banyak investor yang mengeluhkan soal ijin usaha
yang terlalu rumit, panjang, dan bertele-tele. Tidak jarang proses tersebut
memakan waktu hingga dua tahun. Apabila Jokowi bisa memecahkan permasalahan
soal ijin rumit ini, tentu infrastruktur akan berkembang lebih cepat.
Jokowi optimis bahwa dia akan bisa menyelesaikan
permasalahan tersebut. Jokowi bilang bahwa dia tidak akan segan-segan memecat
oknum-oknum yang melakukan kecurangan karena menurutnya masih ada ribuan orang
baik di Indonesia ini untuk menggantikan mereka.
Semoga saja pemerintahan di bawah Jokowi memang akan
memberikan warna baru bagi dunia investasi, khusunya di bidang minyak dan gas.
Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alamnya akan bisa dimanfaatkan
semaksimal mungkin bagi kemashalatan rakyatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar