Tampilkan postingan dengan label presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jokowi Mustahil?

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan pertumbuhan ekonomi agar bisa mencapai 7% dalam masa kepemimpinannya. Target tersebut memang bagus, namun dinilai bahwa angan-angan tersebut akan sulit terwujud.

Agustinus Prasetyantoko, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Jakarta, memperkirakan bahwa masalah besar yang akan dihadapi pemerintahan Jokowi adalah terkait defisit transaksi berjalan (current account deficit). Pada kuartal II 2014, defisit transaksi berjalan Indonesia sudah mencapai US$ 9,1 miliar atau 4,27% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Current account deficit kita besar. Sehebat apapun presiden baru nanti, kabinet dream team, parlemen mendukung, itu nggak mudah dalam hitungan 1-2 tahun menyelesaikan current account defisit," terangnya.

Ketika transaksi berjalan defisit, artinya arus dana yang keluar itu lebih besar daripada yang diterima. Hal tersebut mengakibatkan nilai tukar rupiah menjadi fluktuatif. Ini tentu akan menyulitkan pelaku usaha untuk menentukan investasi mereka.

Ketika pelaku usaha ragu-ragu untuk berinvestasi, ekonomi tidak bisa bergerak cepat. Ini yang bisa menyebabkan defisit transaksi berjalan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Jokowi
Selain defisit transaksi berjalan, faktor politik juga bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. "Apalagi dengan parlemen yang galak, 2015 kita belum bisa ekspansi. Bahkan 2016 tumbuh 6% itu menurut saya berlebihan," ucapnya.

Apalagi pemerintahan Jokowi sudah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ketika harga BBM naik, dampaknya sudah bisa dipastikan akan menyebabkan inflasi dan bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Dengan skenario yang ada sekarang, yaitu menaikkan BBM sampai Rp 3.000 pada November, inflasi akan naik sampai 8-9%. Saya mengandaikan maksimum pertumbuhan 5,5%," pungkasnya.

Namun apabila berbagai tantangan tersebut bisa diatasi, Prasetyantoko yakin mencapai pertumbuhan ekonomi 7% tersebut bisa tercapai. Hanya mungkin saja itu bisa terjadi baru pada masa-masa akhir kepemimpinan Jokowi.

"Kalau kita tujuannya mengekspansi ekonomi, mendorong investasi, harapannya terlalu besar kalau diletakkan 2 tahun ke depan. Katakanlah mulai ekspansi 2017, kita tumbuh bisa 6%. Di akhir pemerintahan nanti bisa saja tumbuh hingga 7%. Itu pun kalau prasyarat reformasi ekonomi dijalankan dengan baik," pungkas Prasentyatoko.


Sebenarnya bagus saja sih angan-angan Jokowi untuk bertarget tinggi. Tapi alangkah bagus lagi apabila target yang ingin dicapai tersebut realistis hingga bisa diwujudkan dan tidak semata menjual angan-angan belaka kepada rakyat. Yah semoga saja hal ini diberikan perhatian khusus sehingga bisa tidak menghambat investasi ke Indonesia. Kalau ada kesempatan luar negeri ingin inventasi hendaknya dipermudah supaya target bisa cepat diwujudkan!

Selasa, 29 Juli 2014

Para Investor Menunggu Program 100 Hari Kerja Presiden Indonesia Terpilih Jokowi

Jokowi presiden Indonesia 2014-2019
Walaupun Prabowo-Hatta sedang mengajukan sengketa pemilihan presiden (pilpres) ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun hampir bisa dipastikan bahwa Jokowi – Jusuf Kalla (JK) lah yang akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2014-2019. Para pemimpin dunia sudah mengucapkan selamat kepada Jokowi walaupun Prabowo meminta mereka untuk menunda dulu ucapan selamat tersebut. Dengan selisih hingga hampir delapan setengah juta suara, memang sulit untuk membayangkan bahwa bukanlah Jokowi presidennya.

Pasar juga menyambut positif terpilihnya Jokowi sebagai presiden Indonesia. Namun seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Sirega, para investor sedang menunggu pemgumuman program 100 hari kerja Jokowi ketika sudah dilantik sebagai presiden nanti.

Mahendra menuturkan bahwa pergantian kepemimpinan nasional merupakan momentum yang bagus bagi peningkatan investasi. Jika presiden berkomitmen menjaga stabilitas, maka BKPM berjanji akan meningkatkan kemudahan perizinan agar arus modal yang masuk lebih besar lagi.

Ia menambahkan "Dengan pemerintahan baru, ada harapan, semangat, dan energi yang baru. BKPM  pun sekarang dengan Kemendagri terus memperbaiki kemudahan perizinan di kabupaten dan kota, serta meningkatkan kemudahan memulai usaha."

Representasi program kerja yang solid dan tim yang kuat dari Jokowi juga akan semakin meningkatkan lagi iklim investasi yang saat ini tengah tumbuh dengan cepat.  Sepanjang triwulan II 2014, BKPM mencatat gabungan realisasi investasi asing maupun domestik mencapai Rp 116,2 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Ini meningkat 16,4% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 99,8 triliun.

Mahendra juga menilai bahwa para investor sudah menduga bahwa kubu Prabowo-Hatta memang akan mengajukan sengketa ke MK sehingga hal tersebut sudah diantisipasi. "Paling tidak, kita kan tidak perlu masuk pemilu putaran kedua. Saya rasa semuanya akan aman dan lancar. Termasuk dengan pengajuan ke MK, itu ada dalam proses. Saya rasa, investor tetap optimistis,” jelasnya.


Semoga saja Prabowo bisa segera legowo agar roda perekonomian Indonesia bisa berputar lebih cepat lagi. Kepentingan bangsa dan negara tentunya lebih penting daripada ego sendiri semata. Adalah suatu kabar baik bagi kita semua bahwa pasar menyukai presiden terpilih kita, Joko Widodo!

Jumat, 25 Juli 2014

Dunia Investasi Menyambut Baik Presiden Indonesia Terpilih Jokowi

Jokowi blusukan ke bursa efek
Presiden terpilih Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla (JK) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres) 2014. Hal ini disambut dengan sangat positif oleh pasar yang ditandai dengan penguatan rupiah.

Pasar menyambut dengan sangat positif karena Jokowi dianggap sebagai kandidat yang lebih ramah investor dibandingkan dengan Prabowo. Jokowi diharapkan agar mengadopsi kebijakan-kebijakan yang ramah investor. Sektor-sektor kunci yang diharapkan dari reformasi kebijakan tersebut termasuk pula di antaranya bidang minyak dan gas, dimana Singapura memiliki perusahaan-perusahaan yang ahli di bidang tersebut.

Gundy Cahyadi, seorang dari ekonom dari Bank DBS mengatakan bahwa menurutnya pemerintahan Jokowi akan pragmatis terhadap ekonomi. Mereka memperkirakan bahwa bidang infrastruktur kekurangan setidaknya 35 hingga 40 miliar USD per tahunnya. Angka sebesar itu tentunya tidak bisa dicapai oleh investor domestik semata, namun dibutuhkan pula investasi dari luar negeri. Maka apabila Jokowi benar-benar serius menjalankan program peningkatan infrastrukturnya, Jokowi akan pro-bisnis dan pro-investor asing.

Singapura adalah investor kedua terbesar Indonesia tahun lalu, dimana Singapura melakukan investasi lebih dari 5,7 miliar SGD. Sektor investasi yang diminati Singapura di antaranya adalah bidang minyak dan gas. Gundi menambahkan bahwa salah satu sektor yang akan dikembangkan dengan signifikan adalah sektor minyak dan gas, yang mana Singapura memiliki keahlian di bidang tersebut.

Kurangnya jalan raya, pelabuhan, listrik dan sarana dasar lainnya, dan juga birokrasi yang korup membuat investor asing menjadi enggan berinvestasi di Indonesia. Banyak investor yang mengeluhkan soal ijin usaha yang terlalu rumit, panjang, dan bertele-tele. Tidak jarang proses tersebut memakan waktu hingga dua tahun. Apabila Jokowi bisa memecahkan permasalahan soal ijin rumit ini, tentu infrastruktur akan berkembang lebih cepat.

Jokowi optimis bahwa dia akan bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Jokowi bilang bahwa dia tidak akan segan-segan memecat oknum-oknum yang melakukan kecurangan karena menurutnya masih ada ribuan orang baik di Indonesia ini untuk menggantikan mereka.


Semoga saja pemerintahan di bawah Jokowi memang akan memberikan warna baru bagi dunia investasi, khusunya di bidang minyak dan gas. Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alamnya akan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kemashalatan rakyatnya.