Semakin mendekati tanggal pemilihan
presiden, investor semakin penasaran sosok calon presiden dan wakil presiden
manakah yang akan lebih menguntungkan iklim investasi? Sepertinya para investor
telah menemukan titik terangnya selepas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
menyatakan dukungannya kepada pasangan capres cawapres nomor dua, Jokowi –
Jusuf Kalla.
Menurut Sofjan Wanandi, Ketua Umum Dewan
Pimpinan Nasional Apindo, Jokowi dan JK adalah sosok yang komunikatif dan mudah
diajak diskusi. "Kami mudah bertemu Jokowi dan JK. Selain itu mereka lebih
gampang dan nyaman diajak kerjasama oleh buruh dan pengusaha karena mengerti
permasalahan keduanya," ujar Sofjan.
![]() |
| Sofjan Wanandi |
Sofjan juga yakin bahwa ketika Jokowi-JK
yang menjalankan roda pemerintahan, mereka akan dengan terbuka bekerjasama
dengan pengusaha untuk membangun perekonomian Indonesia. "Pemerintahan
Jokowi-JK akan mendukung pengusaha dengan memberikan berbagai kemudahan salah
satunya investasi bagi para pengusaha dalam negri. Mereka juga bisa cari jalan
keluar permasalahan industri dan usaha," ucap Sofjan dengan optimis.
Lebih jauh lagi, Ketua Apindo Franky
Sibarani mengatakan bahwa Jokowi dan Jusuf Kalla sama-sama memiliki background
pengusaha maka seharusnya mereka sudah tahu dan mengerti perspektif pengusaha. "Kalau
ada calon pemimpin memberi janji, itu satu hal. Namun karena yang berjanji ini
(Jokowi) pernah berkecimpung dalam dunia ekspor dan melakukan bisnis
internasional, maka kita percaya. Indonesia tidak perlu takut menghadapi
berbagai kerjasama perdagangan yang diikuti Indonesia termasuk yang terkait
pasar bebas. Dia memotivasi bahwa itu harus dihadapi agar Indonesia dapat
memperoleh manfaat berupa surplus perdagangan," terang Franky.
Dari keterangan yang diberikan oleh para
perwakilan Apindo, jelaslah bahwa pasangan Jokowi-JK dinilai akan menyuburkan
iklim investasi di Indonesia. Di bawah roda pemerintahan mereka, niscaya
perekonomian akan meningkat pesat karena disokong kapital yang besar. Jokowi-JK
juga tidak menggunakan nasionalisme dan anti asing sebagai kampanye utama
mereka, kontras berbeda dengan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.
Sebelum kampanye pemilihan presiden ini,
Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia gencar
mengkampanyekan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia atau yang biasa disebut sebagai MP3EI. MP3EI sangat baik dalam
menyambut investasi di Indonesia. Namun ketika Hatta mulai berkampanye sebagai
wakil dari Prabowo di pemilihan presiden kali ini, ia mulai berkampanye
sebaliknya dan menjadi sering menggadang-gadang sentimen nasionalisme serta
anti asing.

Memang sepertinya Jokowi lebih ramah investor ya. Prabowo dikit-dikit anti asing yang jadi slogannya. Serem! Bisa-bisa kabur semua tuh investor!
BalasHapusYa, benar. Jokowi-JK pasti tau perspektif pengusaha, jadi akan lebih mudah memfasilitasi para pengusaha dan investor sepertinya
BalasHapusHatta kan memang oportunis sejati, nggak punya pendirian. Apapun jadi asal bisa dapat posisi
BalasHapus