Selasa, 01 Juli 2014

Apindo Dukung Si Nomor Dua Jadi Presiden Indonesia

Semakin mendekati tanggal pemilihan presiden, investor semakin penasaran sosok calon presiden dan wakil presiden manakah yang akan lebih menguntungkan iklim investasi? Sepertinya para investor telah menemukan titik terangnya selepas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan dukungannya kepada pasangan capres cawapres nomor dua, Jokowi – Jusuf Kalla.

Menurut Sofjan Wanandi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Apindo, Jokowi dan JK adalah sosok yang komunikatif dan mudah diajak diskusi. "Kami mudah bertemu Jokowi dan JK. Selain itu mereka lebih gampang dan nyaman diajak kerjasama oleh buruh dan pengusaha karena mengerti permasalahan keduanya," ujar Sofjan.

Sofjan Wanandi
Sofjan juga yakin bahwa ketika Jokowi-JK yang menjalankan roda pemerintahan, mereka akan dengan terbuka bekerjasama dengan pengusaha untuk membangun perekonomian Indonesia. "Pemerintahan Jokowi-JK akan mendukung pengusaha dengan memberikan berbagai kemudahan salah satunya investasi bagi para pengusaha dalam negri. Mereka juga bisa cari jalan keluar permasalahan industri dan usaha," ucap Sofjan dengan optimis.

Lebih jauh lagi, Ketua Apindo Franky Sibarani mengatakan bahwa Jokowi dan Jusuf Kalla sama-sama memiliki background pengusaha maka seharusnya mereka sudah tahu dan mengerti perspektif pengusaha. "Kalau ada calon pemimpin memberi janji, itu satu hal. Namun karena yang berjanji ini (Jokowi) pernah berkecimpung dalam dunia ekspor dan melakukan bisnis internasional, maka kita percaya. Indonesia tidak perlu takut menghadapi berbagai kerjasama perdagangan yang diikuti Indonesia termasuk yang terkait pasar bebas. Dia memotivasi bahwa itu harus dihadapi agar Indonesia dapat memperoleh manfaat berupa surplus perdagangan," terang Franky.

Dari keterangan yang diberikan oleh para perwakilan Apindo, jelaslah bahwa pasangan Jokowi-JK dinilai akan menyuburkan iklim investasi di Indonesia. Di bawah roda pemerintahan mereka, niscaya perekonomian akan meningkat pesat karena disokong kapital yang besar. Jokowi-JK juga tidak menggunakan nasionalisme dan anti asing sebagai kampanye utama mereka, kontras berbeda dengan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Sebelum kampanye pemilihan presiden ini, Hatta Rajasa sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia gencar mengkampanyekan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau yang biasa disebut sebagai MP3EI. MP3EI sangat baik dalam menyambut investasi di Indonesia. Namun ketika Hatta mulai berkampanye sebagai wakil dari Prabowo di pemilihan presiden kali ini, ia mulai berkampanye sebaliknya dan menjadi sering menggadang-gadang sentimen nasionalisme serta anti asing.


Jadi, apabila kita ingin investasi di Indonesia ke depannya tumbuh subur, maka kita sudah tahu siapa yang harus kita pilih pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang!

3 komentar:

  1. Memang sepertinya Jokowi lebih ramah investor ya. Prabowo dikit-dikit anti asing yang jadi slogannya. Serem! Bisa-bisa kabur semua tuh investor!

    BalasHapus
  2. Ya, benar. Jokowi-JK pasti tau perspektif pengusaha, jadi akan lebih mudah memfasilitasi para pengusaha dan investor sepertinya

    BalasHapus
  3. Hatta kan memang oportunis sejati, nggak punya pendirian. Apapun jadi asal bisa dapat posisi

    BalasHapus