![]() |
| pembangunan infrastruktur |
Pembangunan infrastruktur adalah salah satu faktor
terpenting dalam menumbuhkan tingkat perekonomian suatu negara. Hal ini pun
disampaikan oleh tim Jokowi-Jusuf Kalla (JK), “Setelah Pak Jokowi naik bus dari
Jakarta ke Jawa Tengah melintas Pantura dalam rangka kampanye, beliau semakin
yakin bahwa pembangunan infrastruktur sebagaimana dituangkan dalam agenda
aksinya sangat penting,” ujar M. Prakosa, Koordinator Tim Ahli Jokowi-JK.
Dalam visi misinya, disebutkan bahwa Jokowi-JK akan
membangun infrastruktur ekonomi jalan, jembatan, pasar, saluran irigasi,
pelabuhan, bandar udara, jalur kereta api, kawasan industri dan pembangkit
tenaga listrik. Rel KA ganda antarkota di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga
akan dibangun. Tak lupa pula pembangunan terminal-terminal baru untuk bongkar
muat, terutama di daerah terpencil. Tidak hanya itu, Jokowi-JK juga berjanji
akan membangun akses jalan dan jalur transportasi air untuk 183 kabupaten
tertinggal hingga tahun 2024; pelebaran jalan dan penambahan jalan baru. Pangsa
moda transportasi KA perkotaan juga akan dinaikkan menjadi 10 persen.
Jadi apa sih yang sebenarnya menjadi hambatan peningkatan
infrastruktur di Indonesia? Jokowi menjawabnya, “Dana, perizinan, dan lahan,
terutama pembebasannya sangat berlarut. Itu yang menjadi kendala utama dan
menghambat percepatan pembangunan infrastruktur.” Selain itu, jalan, pelabuhan,
maupun jembatan juga harus diperbaiki agar pertumbuhan ekonomi dapat
terealisasi.
Jokowi juga menyoroti infrastruktur laut yang kerap kali
dilupakan. Padahal negara kita ini namanya saja sudah nusantara: nusa – antara,
terdiri dari ribuan pulau. Apabila infrastruktur laut ditingkatkan, maka
niscaya pertumbuhan ekonomi akan otomatis meningkat karena pulau yang satu
terhubung dengan pulau yang lain dengan lebih efektif. Ketimpangan pembangunan
antara pulau yang satu dengan pulau yang lain pun niscaya akan bisa
terjembatani. Jokowi juga menyampaikan bahwa sebaiknya tiap pulau memiliki deep sea port sehingga kapal kargo besar
bisa merapat ke pulau. Distribusi komoditas antar pelabuhan juga pasti akan
meningkat kesejahteraan rakyat pesisir.
Lebih jauh lagi, Jokowi menyatakan bahwa peranan
pemerintahan dalam mendukung pengusaha juga penting dalam membangun
infrastruktur Indonesia. "Untuk pembangunan ekonomi di Indonesia, kita
punya potensi yang sangat besar, hanya keputusan di lapangan yang terlambat. Banyak
perda yang tidak pro-dunia usaha, peraturan pemerintah juga sama. Ini yang
harus dipotong," jelasnya. Regulasi dan birokrasi menjadi penghambat laju
pembangunan infrastruktur. Pengusaha baik dalam negeri maupun luar negeri harus
diberikan insentif dan kemudahan dalam menanamkan modalnya. Dengan
disuntikkannya modal ke suatu daerah, otomatis akan meningkatkan perekonomian
setempat.
Jadi tidaklah keliru apabila kita simpulkan
bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia yang menjadi salah satu program utama
Jokowi disokong dengan kemudahan berinvestasi para pengusaha!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar