Minggu, 13 Juli 2014

Pandangan Jokowi Terkait Pembangunan Infrastruktur Indonesia

pembangunan infrastruktur
Pembangunan infrastruktur adalah salah satu faktor terpenting dalam menumbuhkan tingkat perekonomian suatu negara. Hal ini pun disampaikan oleh tim Jokowi-Jusuf Kalla (JK), “Setelah Pak Jokowi naik bus dari Jakarta ke Jawa Tengah melintas Pantura dalam rangka kampanye, beliau semakin yakin bahwa pembangunan infrastruktur sebagaimana dituangkan dalam agenda aksinya sangat penting,” ujar M. Prakosa, Koordinator Tim Ahli Jokowi-JK.

Dalam visi misinya, disebutkan bahwa Jokowi-JK akan membangun infrastruktur ekonomi jalan, jembatan, pasar, saluran irigasi, pelabuhan, bandar udara, jalur kereta api, kawasan industri dan pembangkit tenaga listrik. Rel KA ganda antarkota di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga akan dibangun. Tak lupa pula pembangunan terminal-terminal baru untuk bongkar muat, terutama di daerah terpencil. Tidak hanya itu, Jokowi-JK juga berjanji akan membangun akses jalan dan jalur transportasi air untuk 183 kabupaten tertinggal hingga tahun 2024; pelebaran jalan dan penambahan jalan baru. Pangsa moda transportasi KA perkotaan juga akan dinaikkan menjadi 10 persen.

Jadi apa sih yang sebenarnya menjadi hambatan peningkatan infrastruktur di Indonesia? Jokowi menjawabnya, “Dana, perizinan, dan lahan, terutama pembebasannya sangat berlarut. Itu yang menjadi kendala utama dan menghambat percepatan pembangunan infrastruktur.” Selain itu, jalan, pelabuhan, maupun jembatan juga harus diperbaiki agar pertumbuhan ekonomi dapat terealisasi.

Jokowi juga menyoroti infrastruktur laut yang kerap kali dilupakan. Padahal negara kita ini namanya saja sudah nusantara: nusa – antara, terdiri dari ribuan pulau. Apabila infrastruktur laut ditingkatkan, maka niscaya pertumbuhan ekonomi akan otomatis meningkat karena pulau yang satu terhubung dengan pulau yang lain dengan lebih efektif. Ketimpangan pembangunan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain pun niscaya akan bisa terjembatani. Jokowi juga menyampaikan bahwa sebaiknya tiap pulau memiliki deep sea port sehingga kapal kargo besar bisa merapat ke pulau. Distribusi komoditas antar pelabuhan juga pasti akan meningkat kesejahteraan rakyat pesisir.

Lebih jauh lagi, Jokowi menyatakan bahwa peranan pemerintahan dalam mendukung pengusaha juga penting dalam membangun infrastruktur Indonesia. "Untuk pembangunan ekonomi di Indonesia, kita punya potensi yang sangat besar, hanya keputusan di lapangan yang terlambat. Banyak perda yang tidak pro-dunia usaha, peraturan pemerintah juga sama. Ini yang harus dipotong," jelasnya. Regulasi dan birokrasi menjadi penghambat laju pembangunan infrastruktur. Pengusaha baik dalam negeri maupun luar negeri harus diberikan insentif dan kemudahan dalam menanamkan modalnya. Dengan disuntikkannya modal ke suatu daerah, otomatis akan meningkatkan perekonomian setempat.

Jadi tidaklah keliru apabila kita simpulkan bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia yang menjadi salah satu program utama Jokowi disokong dengan kemudahan berinvestasi para pengusaha!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar