Rabu, 28 Januari 2015

Investasi di Indonesia Naik 16%

investasi
Kabar luar biasa datang dari dunia investasi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja mengumumkan bahwa realisasi investasi sepanjang 2014 mencapai Rp 463,1 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan 16,2% dibanding 2013 yang sebesar Rp 398,6 triliun.

"Januari- Desember 2014, realisasi penanaman modal mencapai Rp 463,1 triliun. Disumbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 156,1 trilun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 307 triliun," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani.

Franky menerangkan bahwa investasi kebanyakan masih terjadi di Pulau Jawa yang mencapai lebih dari 50%. "Di Jawa Rp 263,3 triliun atau sekitar 56,9%. Sementara realisasi di luar Jawa Rp 199,8 triliun atau 43,1%,"‎ terang dia.

Ketika dilihat dari sebaran dan jenis investasinya, PMDN kebanyakan terjadi di sektor listrik, gas, dan air bersih Rp 13,3 triliun. Berdasarkan lokasi investor Jawa Timur menjadi favorit investor domestik, dengan nilai investasi Rp 38,1 triliun.

Sementara itu untuk PMA, kebanyakan adalah sektor pertambangan yaitu hingga mencapai US$ 4,7 miliar (Rp 56,4 triliun). Lokasi favorit investor asing adalah Jawa Barat, dengan nilai investasi US$ 6,6 miliar (Rp 79,2 triliun).

BKPM menyatakan bahwa akan berupaya agar ke depan investasi terus meningkat. Upaya ini sudah dilakukan melalui penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sejak 26 Januari 2015 lalu.

Sementara itu pada kuartal IV-2014, realisasi penanaman modal tercatat mencapai Rp 120,4 triliun. Disumbang oleh PMDN Rp 41,7 triliun dan PMA Rp 78,7 triliun.

Luar biasa pencapaian Indonesia tahun lalu. Seharusnya tahun ini ditingkatkan lagi! Perijinan dan birokrasi harus dipermudah lagi. Perijinan harus dijadikan satu pintu benar supaya investasi menjadi makin menarik.


Adapun kita seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan investasi yang ada. Misalkan saja Total E&P yang sudah menyatakan kesediaannya untuk berinvestasi hingga triliunan rupiah di Blok Mahakam tahun ini. Akan sangat bodoh apabila kita buang percuma kesempatan ini.

Selasa, 27 Januari 2015

Total E&P Indonesie Akan Investasi 24 Triliun Rupiah di Blok Mahakam

Total E&P Indonesie
Di tengah kisruh politik yang carut marut dan tidak menentu, harapan akan terjadinya investasi sungguh menjadi hampir mustahil. Namun di balik semua keresahan tersebut, Total E & P Indonesia (TEPI) menyatakan bahwa mereka sudah siap untuk menginvestasikan sekitar Rp 24 triliun di Blok Mahakam. Hal ini diungkapkan Deputy Executive Vice President Operations and District Manager for East Kalimantan Total E&P Indonesie, Agus Supurijanto.

Agus berpendapat bahwa investasi ini sudah sesuai dengan Work Program & Budget (WP&B) yang ditetapkan Pemerintah melalui SKK  Migas.

Untuk pengembangan 120 sumur, TEPI menyediakan dana sebesar US$ 1,25 milyar atau Rp12,5 trilyun. Untuk well intervention, perusahaan asal Perancis ini mengalokasikan Rp 300 miliar.

“Untuk proyek, terutama pengembangan anjungan, dana yang disiapkan sebesar Rp 250 miliar. Ada juga untuk operasi produksi dan administrasi umum sebesar Rp 600 miliar,” terangnya.

Sungguh luar biasa jumlah yang akan diinvestasikan tersebut. Apalagi dengan menimbang kebutuhan Indonesia saat ini. Jokowi sendiri memiliki target peningkatkan perekonomian dan investasi yang sangat tinggi.

Akan sangat disayangkan sekali apabila Indonesia menolak investasi ini. Terutama ketika muncul berita bahwa Pertamina harus ke sana sini cari pinjaman untuk bisa mengoperasikan Blok Mahakam.


Kita harap saja semoga pemerintah cukup bijak untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Rabu, 14 Januari 2015

Indonesia Banjir Investasi Asing di Tahun 2015

BKPM
Tahun baru tahun 2015 baru dimulai, namun berbagai berita menggembirakan khususnya yang datang dari dunia investasi sudah tiba, lebih dari yang diduga! Berbagai ramalan bahwa investasi akan sangat maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata benar adanya!

Dalam lima tahun ke depan, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa mereka optimis target investasi asing (Penanaman Modal Asing) akan bisa mencapai Rp 933 triliun. Keyakinan itu dilatarbelakangi meningkatnya kepercayaan pebisnis asing, khususnya Eropa, dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, walaupun banyak negara tetangga yang menarik untuk investasi seperti Vietnam, Kamboja, Laos.

"Saya berani bilang, mereka tahun ini peningkatannya 100 persen. Pada 2014 sudah 72 persen. Harusnya bisa signifikan lah kenaikan ekspektasinya," jelas Kepala BKPM Franky Sibarani.

Franky bilang bahwa tahun ini akan ada pertumbuhan investasi antara 14,8 persen hingga 15 persen. Baik berupa modal asing maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bahkan porsi PMA dinilai akan sedikit lebih dominan dibandingkan PMDN.

"Kenaikan secara total 15 persen. Tetapi memang dunia juga tidak dalam kondisi yang bagus. PMA mungkin masih 60 persen, masih terkonsentrasi di Jawa, tetapi akan kita dorong keluar," ujar dia.

Sementara itu dari sisi sektor, pemerintah akan mendorong investasi pada 3 sektor yang menjadi target pengembangan oleh pemerintahan Presiden Jokowi yaitu kelistrikan, pertanian dan industri.

"Kita arahkan investasi akan banyak ke sektor infrastruktur terutama di listrik yang memang akan didorong. Kedua, di pertanian. Ketiga, di industri. Dan BKPM mendorong industri yang padat karya dan industri yang substitusi impor," tandasnya.

Investasi di sektor energi pun banyak. Seharusnya Indonesia mengambil kesempatan untuk menerima investasi sebanyak-banyaknya. Namun sepertinya Indonesia tidak melakukan itu. Kita bisa lihat dari Indonesia yang kurang menyambut keinginan investasi Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, padahal mereka ada keinginan yang sangat besar untuk berinvestasi di Indonesia.



Selasa, 13 Januari 2015

Investasi Luar Biasa di Blok Mahakam Akan Dihambat Pertamina?

Blok Mahakam
Ada temuan baru luar biasa yang datang dari sektor investasi energi. Ternyata Blok Mahakam telah menghasilkan pendapatan sebesar 134 miliar USD (Rp 1.340 triliun jika kurs dipatok Rp 10.000) dengan total investasi yang ditanamkan Total E&P Indonesie sampai tahun 2012 ternyata mencapai 27 miliar USD.

Total revenue (gross revenue untuk minyak, kondesat dan gas) dari Mahakam berdasarkan Work Program & Budget (WP&B) yang dibuat Total tahun 2013 adalah 8,92 miliar USD atau sekitar Rp 85 triliun. Dari Rp 85 triliun itu, bagian negara Rp 45 triliun, dipotong untuk cost recovery (biaya produksi/investasi dan lainnya yang dikeluarkan kontraktor pada tahun itu) Rp 25 triliun, dan net contractor shares (Total dan Inpex selaku pemilik saham Total) Rp 15 triliun.

Jumlahnya menurun dibanding tahun 2012 yang total revenuenya mencapai 11,23 miliar USD atau Rp 106 triliun. Hitungan tersebut menurut Kristanto Hartadi, Kepala Hubungan Media Total, dengan estimasi harga minyak (Brent) = 100 USD per barel dan kurs Rp 9.500 per dolar.

Jumlah yang luar biasa harus dipertahankan terus, kalau bukan dinaikkan. Permasalahannya, Blok Mahakam yang berpotensi luar biasa besar ini terancam produktivitasnya. Bagaimana tidak, Blok Mahakam akan diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina yang korup dan tidak kompeten itu! Memang sih kita harus dukung Pertamina, namun ya harus realistis juga.


Idealnya yang paling benar ya Pertamina sebaiknya masih menggandeng Total dalam mengelola Blok Mahakam. Selain untuk kepentingan produksi migas Indonesia, juga untuk keuntungan Pertamina sendiri ke depannya. Pertamina akan bisa ‘mencuri’ ilmu dan teknologi dari Total yang sudah berkelas dunia itu.

Senin, 29 Desember 2014

Program Utama Jokowi, One Stop Service, Molor

Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Program utama Jokowi yang digembar-gemborkan dalam bidang investasi sejak masa kampanye ternyata molor. Target pemerintah untuk merealisasikan program Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Indonesia pada Januari 2015 tampaknya harus ditunda. Hal ini disebabkan karena hingga saat ini baru dua provinsi di Indonesia yang menyatakan siap mengimplementasikan program itu.

"Sekarang baru ada satu atau dua provinsi yg sudah ikut tahap ini. Tapi nanti kita akan buka lagi daerah mana yang sudah siap," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

"Rapat ini adalah finalisasi dari masalah-masalah yang dihadapi dalam rangka PTSP. Nah kita akan lihat persiapan akhir apa yang menjadi masalah ada kendala apa," tuturnya.

Sofyan memang tidak menyebutkan provinsi mana yang sudah siap menjalankan PTSP. Ia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta PTSP harus sudah berjalan efektif di minggu keempat di bulan Januari 2015. Para menteri pun dikonsolidasikan untuk menggaet pemerintah daerah dalam mendorong realisasi PTSP.

"Kalo pemda bisa ikut kan bagus sekali. Sehingga PTSP itu bukan hanya ada di pusat, tapi juga di daerah, kita akan mengajak semakin banyak pemda untuk sistem ini," kata Sofyan.

Program PTSP online diluncurkan pada 15 Desember lalu oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Terdapat 11 perizinan usaha yang bisa dilakukan calon investor tanpa harus datang atau bertatap muka dengan petugas BKPM.
 
Dengan layanan online ini, investor dapat mengajukan perizinan dari kantor atau rumah dengan hanya mengakses laman www.bkpm.go.id. Guna memudahkan investor asing, BKPM juga menyediakan layanan menggunakan bahasa Inggris.

Agak mengecewakan memang, suatu program yang menjadi salah satu program utama Jokowi saja molor, apalagi yang bukan program utama. Program PTSP ini akan menjadi pintu masuk utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semakin banyak investasi, maka otomatis ekonomi akan meningkat. Semakin mudah untuk berinvestasi, maka Indonesia akan makin menarik bagi para investor.



Minggu, 28 Desember 2014

Indonesia, Bursa Saham dengan Kinerja Tertinggi Kesembilan di Dunia

BEI
Di tengah kabar duka cita hilangnya ratusan penumpang Indonesia dalam penerbangan Air Asia, ada juga kabar baik yang datang bagi Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk 10 besar pasar saham dengan penguatan tertinggi di dunia minggu lalu. Namun masih ada dua perdagangan lagi sampai tutup tahun 2014.

Per tanggal 23 Desember 2014 kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik hingga 20,24% dari awal tahun.

Penguatan ini membuat pasar modal Indonesia menduduki urutan ke-9 tertinggi di dunia di atas bursa saham Serbia yang naik 19,76%.

Posisi pertama diraih oleh bursa saham Argentina dengan penguatan lebih dari 50%, diikuti oleh Tiongkok dan India di posisi selanjutnya.

Di bawah ini adalah urutan 10 besar bursa saham dengan kinerja tertinggi menjelang tutup tahun 2014:

Argentina 54,51%
Tiongkok 43,32%
India 29,93%
Pakistan 25,69%
Turki 24,61%
Sri Lanka 22,41%
Filipina 22,01%
Denmark 21,28%
Indonesia 20,24%
Serbia 19,76%

Prestasi seperti ini harus dipertahankan. Kemungkinan untuk mempertahankan serta meningkatkan lagi prestasi ini sangat besar karena pemerintahan Jokowi sepertinya lebih mendukung adanya investasi dibanding pemerintahan terdahulu, pemerintahan SBY. Ketertarikan perusahaan luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia harus disambut baik dan justru diberikan kemudahan dan insentif supaya menarik investor yang lainnya lagi.


Dengan tingginya tingkat investasi akan otomatis meningkatkan perekonomian negara. Semoga saja pemerintah bisa memanfaatkan sebaik-baiknya posisi Indonesia yang sudah di atas angin ini.

Minggu, 14 Desember 2014

Alasan Menurunnya Investasi Hulu Migas Nasional 2015

Johannes Widjanarko
Ada kabar yang sedikit tidak mengenakkan yang datang dari dunia migas Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menargetkan bahwa investasi hulu migas nasional 2015 hingga US$ 22,2 miliar, atau lebih rendah 13,3 persen ketimbang target tahun lalu yang berada di kisaran US$ 25,64 miliar. Diperkirakan bahwa menurunnya target investasi tersebut dikarenakan oleh pelemahan harga minyak dunia yang berefek pada ditundanya sejumlah kegiatan produksi kontraktor kontrak kerjasama (KKKS).

"Salah satunya itu. Soalnya penentuan harga ICP (Indonesian Crude Price) juga dipengaruhi harga minyak dunia dan investasi tentunya," ujar Wakil Kepala SKK Migas Johannes Widjanarko.

Dari investasi sebesar US$ 22,2 miliar, sebanyak US$ 14,8 miliar atau sekitar 66,4 persen akan digunakan untuk kegiatan pengeboran 952 sumur work over dan pemeliharaan 38.914 sumur. Adapun biaya pengembangan 783 sumur, diprediksi menelan dana US$ 4,7 miliar atau sekitar 21,2 persen. Sedangkan sisanya atau sekitar US$ 2,7 miliar akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya lainnya seperti administrasi dan biaya umum.

"Tapi kami pastikan kegiatan serta rencana investasi akan sesuai dengan rencana WP&B 2015 (Work Program & Budget) meski harga dunia sudah menurun," ujar Widjanarko.

Selain besaran investasi, SKK Migas juga telah setuju atas usulan yang diajukan oleh KKKS mengenai besaran produksi minyak tahun depan. Dalam WP&B 2015, produksi minyak Indonesia diprediksi hanya akan mencapai 849.750 barel per hari (bph) atau lebih rendah dari target lifiting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menargetkan produksi minyak di angka 900.000 bph. "Kami akan terus mendorong agar KKKS tetap bisa menjaga produksinya tahun depan. Dan kami optimistis dengan angka itu," ujarnya.

Walaupun demikian, Deputi Pengedalian Perencanaan SKK Migas, Aussie Gautama menilai bahwa fenomena anjloknya harga dunia turut memberi keuntungan tersendiri bagi KKKS dalam menemukan cadangan migas baru. Hal tersebut dikarenakan anjloknya harga minyak akan berimbas pada turunanya biaya sewa rig atau fasilitas pengeboran sumur migas.

"Ya walaupun perusahaan akan menahan investasi dan produksi, tapi KKKS khan jadi bisa melakukan eksplorasi sebanyak-banyaknya lantaran harga sewa rig jadi lebih murah. Poin ini yang menjadi hikmah di tengah anjloknya harga minyak," pungkas Aussie.


Dengan menurunnya investasi migas di Indonesia, maka sudah sewajarnya apabila Indonesia memanfaatkan sebaik-baiknya investasi yang ada tersebut dan supaya memberikan insentif agar Indonesia lebih menarik lagi bagi investor. investasi yang diajukan seperti di Blok Mahakam misalnya, sebaiknya diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.