Senin, 29 Desember 2014

Program Utama Jokowi, One Stop Service, Molor

Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Program utama Jokowi yang digembar-gemborkan dalam bidang investasi sejak masa kampanye ternyata molor. Target pemerintah untuk merealisasikan program Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Indonesia pada Januari 2015 tampaknya harus ditunda. Hal ini disebabkan karena hingga saat ini baru dua provinsi di Indonesia yang menyatakan siap mengimplementasikan program itu.

"Sekarang baru ada satu atau dua provinsi yg sudah ikut tahap ini. Tapi nanti kita akan buka lagi daerah mana yang sudah siap," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

"Rapat ini adalah finalisasi dari masalah-masalah yang dihadapi dalam rangka PTSP. Nah kita akan lihat persiapan akhir apa yang menjadi masalah ada kendala apa," tuturnya.

Sofyan memang tidak menyebutkan provinsi mana yang sudah siap menjalankan PTSP. Ia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta PTSP harus sudah berjalan efektif di minggu keempat di bulan Januari 2015. Para menteri pun dikonsolidasikan untuk menggaet pemerintah daerah dalam mendorong realisasi PTSP.

"Kalo pemda bisa ikut kan bagus sekali. Sehingga PTSP itu bukan hanya ada di pusat, tapi juga di daerah, kita akan mengajak semakin banyak pemda untuk sistem ini," kata Sofyan.

Program PTSP online diluncurkan pada 15 Desember lalu oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Terdapat 11 perizinan usaha yang bisa dilakukan calon investor tanpa harus datang atau bertatap muka dengan petugas BKPM.
 
Dengan layanan online ini, investor dapat mengajukan perizinan dari kantor atau rumah dengan hanya mengakses laman www.bkpm.go.id. Guna memudahkan investor asing, BKPM juga menyediakan layanan menggunakan bahasa Inggris.

Agak mengecewakan memang, suatu program yang menjadi salah satu program utama Jokowi saja molor, apalagi yang bukan program utama. Program PTSP ini akan menjadi pintu masuk utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semakin banyak investasi, maka otomatis ekonomi akan meningkat. Semakin mudah untuk berinvestasi, maka Indonesia akan makin menarik bagi para investor.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar