Selasa, 02 Desember 2014

Investasi Untuk Cegah Krisis Listrik Indonesia

investasi listrik
Perusahaan Jepang IHI Corporation sudah menyatakan keseriusannya dengan rencana penanaman modal di Indonesia. Perusahaan tersebut sedang mencari partner bisnis lokal untuk menggarap proyek energi di tanah air. Atas dasar tersebut bos IHI Corporation menyambangi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengumumkan bahwa IHI Corporation sedang mencari mitra pebisnis lokal untuk pembangunan ketel uap atau boiler untuk Pembangkit Listrik Negara. Proyek ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan daya listrik hingga 35.000 mega watt.

"Mereka ingin kembali investasi di Indonesia. Mereka unggul di boiler. Mereka kan sudah invest boiler ke PLN dan Garuda Indonesia. Sementara PLN mau bangun 28.000 MW tahun depan, jadi butuh boiler lebih banyak lagi sehingga yang mereka punya akan dibutuhkan," ujar Saleh.

Investasi perusahaan Jepang di Indonesia terbilang kecil bila dibandingkan investasi mereka di Thailand. Di Indonesia investasi Jepang hanya 17 persen, sedangkan di Thailand mencapai 43 persen.

"Kita minta supaya mereka tingkatkan investasinya. IHI ini company besar, bidang yang bisa masuk seperti boiler dan kapal," ujarnya.

Saleh menegaskan belum ada kepastian soal investasi IHI Corporation di Indonesia. Pertemuan ini hanya ajang perkenalan.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra memiliki pendapat yang sama dengan Menteri Saleh. Adik Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra ini menegaskan, perusahaan Jepang masih dalam tahap penjajakan sekaligus menggaet mitra usaha.

Untuk mendorong segera terjalin kerja sama, Yusron rela datang dari Tokyo dalam rangka memperkenalkan IHI Corporation kepada pengusaha Indonesia. "Indonesia dan Jepang merupakan mitra usaha sejati," tutur Yusron.

"Belum ada komitmen. Dalam pertemuan tersebut, mereka minta diperkenalkan dengan perusahaan lokal yang sejalan dengan mereka. Nanti mereka akan diskusikan dulu," pungkasnya.


Indonesia yang sedang terancam krisis energi memang sangat memerlukan investasi ini. Sebaiknya Indonesia memberikan insentif khusus untuk menarik investasi lebih lagi. Kita berharap saja supaya krisis listrik ke depan akan bisa terhindari apabila investasi yang bisa dicapai ternyata cukup besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar