![]() |
| investasi listrik |
Perusahaan Jepang IHI Corporation sudah menyatakan keseriusannya
dengan rencana penanaman modal di Indonesia. Perusahaan tersebut sedang mencari
partner bisnis lokal untuk menggarap proyek energi di tanah air. Atas dasar tersebut
bos IHI Corporation menyambangi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Menteri Perindustrian Saleh Husin mengumumkan bahwa IHI
Corporation sedang mencari mitra pebisnis lokal untuk pembangunan ketel uap
atau boiler untuk Pembangkit Listrik Negara. Proyek ini sejalan dengan target
pemerintah meningkatkan daya listrik hingga 35.000 mega watt.
"Mereka ingin kembali investasi di Indonesia. Mereka
unggul di boiler. Mereka kan sudah invest boiler ke PLN dan Garuda Indonesia.
Sementara PLN mau bangun 28.000 MW tahun depan, jadi butuh boiler lebih banyak
lagi sehingga yang mereka punya akan dibutuhkan," ujar Saleh.
Investasi perusahaan Jepang di Indonesia terbilang kecil
bila dibandingkan investasi mereka di Thailand. Di Indonesia investasi Jepang
hanya 17 persen, sedangkan di Thailand mencapai 43 persen.
"Kita minta supaya mereka tingkatkan investasinya. IHI
ini company besar, bidang yang bisa masuk seperti boiler dan kapal,"
ujarnya.
Saleh menegaskan belum ada kepastian soal investasi IHI
Corporation di Indonesia. Pertemuan ini hanya ajang perkenalan.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra memiliki
pendapat yang sama dengan Menteri Saleh. Adik Pakar Hukum Tata Negara Yusril
Ihza Mahendra ini menegaskan, perusahaan Jepang masih dalam tahap penjajakan
sekaligus menggaet mitra usaha.
Untuk mendorong segera terjalin kerja sama, Yusron rela
datang dari Tokyo dalam rangka memperkenalkan IHI Corporation kepada pengusaha
Indonesia. "Indonesia dan Jepang merupakan mitra usaha sejati," tutur
Yusron.
"Belum ada komitmen. Dalam pertemuan tersebut, mereka
minta diperkenalkan dengan perusahaan lokal yang sejalan dengan mereka. Nanti
mereka akan diskusikan dulu," pungkasnya.
Indonesia yang sedang terancam krisis energi memang sangat
memerlukan investasi ini. Sebaiknya Indonesia memberikan insentif khusus untuk
menarik investasi lebih lagi. Kita berharap saja supaya krisis listrik ke depan
akan bisa terhindari apabila investasi yang bisa dicapai ternyata cukup besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar