![]() |
| IPA |
Asosiasi Perusahaan Minyak Indonesia, atau Indonesia
Petroleum Association (IPA) memberikan pernyataan bahwa mereka memprediksikan
penurunan harga minyak dunia akan berdampak pada kegiatan produksi
perusahaan-perusahaan migas di dalam negeri.
Direktur IPA Lukman Mahfoedz menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan
migas akan menunda sejumlah kegiatan produksi di tahun depan yang disebabkan
oleh penurunan harga minyak ini.
"Dengan harga minyak yang turun, berdasarkan konsultan
Norwegia, ada proyek-proyek yang totalnya senilai US$ 150 miliar (Rp 1.800
triliun) di Indonesia itu on hold (ditunda)," ujar Lukman.
Akibat dari keadaan tersebut, perusahaan-perusahaan banyak
yang harus mengkaji ulang rencana keuangannya di tahun depan. Diperkirakan
bahwa investasi atau belanja modal perusahaan migas tahun depan akan turun 20%
dibandingkan tahun ini.
"Penurunan harga minyak dunia adalah keadaan yang luar
biasa. Banyak perusahaan minyak and gas kini mengkaji ulang pengeluaran
operasional dan eksplorasi. Saya perkirakan proyek eksplorasi tahun depan lebih
sedikit dari tahun ini. Menurut saya estimasinya capex (belanja modal) itu akan
sekitar 20% di kira-kira pengurangannya," pungkasnya.
Lebih lanjut lagi Lukman menjelaskan bahwa langkah yang
diambil perusahaan migas ini merupakan hal yang biasa saja, untuk menjaga
tingkat pendapatan perusahaan. "Dan supaya kita bisa bersaing, sehingga
net income (laba) bisa dipertahankan," kata dia.
Sementara itu, sebenarnya kondisi ini juga bisa disikapi
dengan serius oleh pemerintah dengan sesegera mungkin memangkas rantai
birokrasi.
Birokrasi yang lebih ramping niscaya bisa membantu
perusahaan-perusahaan migas dalam menjaga keseimbangan keuangannya. Karena
dengan birokrasi yang lebih ramping, maka biaya perizinan yang harus
dikeluarkan pun dapat dikurangi.
"Perizinan harusnya bisa dipermudah, sehingga itu
menurunkan biaya," imbuhnya.
Nah kalau sudah tahu bahwa kejadian demikian akan terjadi,
seharusnya antisipasi dari sekarang. Kalau memang ada perusahaan migas yang
tertarik untuk investasi ya difasilitasi saja. Seperti Total E&P Indonesie berniat untuk
investasi di Blok Mahakam misalnya, seharusnya itu disambut baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar