Rabu, 14 Januari 2015

Indonesia Banjir Investasi Asing di Tahun 2015

BKPM
Tahun baru tahun 2015 baru dimulai, namun berbagai berita menggembirakan khususnya yang datang dari dunia investasi sudah tiba, lebih dari yang diduga! Berbagai ramalan bahwa investasi akan sangat maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata benar adanya!

Dalam lima tahun ke depan, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa mereka optimis target investasi asing (Penanaman Modal Asing) akan bisa mencapai Rp 933 triliun. Keyakinan itu dilatarbelakangi meningkatnya kepercayaan pebisnis asing, khususnya Eropa, dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, walaupun banyak negara tetangga yang menarik untuk investasi seperti Vietnam, Kamboja, Laos.

"Saya berani bilang, mereka tahun ini peningkatannya 100 persen. Pada 2014 sudah 72 persen. Harusnya bisa signifikan lah kenaikan ekspektasinya," jelas Kepala BKPM Franky Sibarani.

Franky bilang bahwa tahun ini akan ada pertumbuhan investasi antara 14,8 persen hingga 15 persen. Baik berupa modal asing maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bahkan porsi PMA dinilai akan sedikit lebih dominan dibandingkan PMDN.

"Kenaikan secara total 15 persen. Tetapi memang dunia juga tidak dalam kondisi yang bagus. PMA mungkin masih 60 persen, masih terkonsentrasi di Jawa, tetapi akan kita dorong keluar," ujar dia.

Sementara itu dari sisi sektor, pemerintah akan mendorong investasi pada 3 sektor yang menjadi target pengembangan oleh pemerintahan Presiden Jokowi yaitu kelistrikan, pertanian dan industri.

"Kita arahkan investasi akan banyak ke sektor infrastruktur terutama di listrik yang memang akan didorong. Kedua, di pertanian. Ketiga, di industri. Dan BKPM mendorong industri yang padat karya dan industri yang substitusi impor," tandasnya.

Investasi di sektor energi pun banyak. Seharusnya Indonesia mengambil kesempatan untuk menerima investasi sebanyak-banyaknya. Namun sepertinya Indonesia tidak melakukan itu. Kita bisa lihat dari Indonesia yang kurang menyambut keinginan investasi Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, padahal mereka ada keinginan yang sangat besar untuk berinvestasi di Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar