![]() |
| BKPM |
Dalam lima tahun ke depan, Badan Koordinator Penanaman Modal
(BKPM) menyatakan bahwa mereka optimis target investasi asing (Penanaman Modal
Asing) akan bisa mencapai Rp 933 triliun. Keyakinan itu dilatarbelakangi
meningkatnya kepercayaan pebisnis asing, khususnya Eropa, dalam menjalankan
bisnisnya di Indonesia, walaupun banyak negara tetangga yang menarik untuk
investasi seperti Vietnam, Kamboja, Laos.
"Saya berani bilang, mereka tahun ini peningkatannya
100 persen. Pada 2014 sudah 72 persen. Harusnya bisa signifikan lah kenaikan
ekspektasinya," jelas Kepala BKPM Franky Sibarani.
Franky bilang bahwa tahun ini akan ada pertumbuhan investasi
antara 14,8 persen hingga 15 persen. Baik berupa modal asing maupun penanaman
modal dalam negeri (PMDN). Bahkan porsi PMA dinilai akan sedikit lebih dominan
dibandingkan PMDN.
"Kenaikan secara total 15 persen. Tetapi memang dunia
juga tidak dalam kondisi yang bagus. PMA mungkin masih 60 persen, masih terkonsentrasi
di Jawa, tetapi akan kita dorong keluar," ujar dia.
Sementara itu dari sisi sektor, pemerintah akan mendorong
investasi pada 3 sektor yang menjadi target pengembangan oleh pemerintahan
Presiden Jokowi yaitu kelistrikan, pertanian dan industri.
"Kita arahkan investasi akan banyak ke sektor
infrastruktur terutama di listrik yang memang akan didorong. Kedua, di
pertanian. Ketiga, di industri. Dan BKPM mendorong industri yang padat karya
dan industri yang substitusi impor," tandasnya.
Investasi di sektor energi pun banyak. Seharusnya Indonesia
mengambil kesempatan untuk menerima investasi sebanyak-banyaknya. Namun
sepertinya Indonesia tidak melakukan itu. Kita bisa lihat dari Indonesia yang
kurang menyambut keinginan investasi Total E&P Indonesie di Blok Mahakam,
padahal mereka ada keinginan yang sangat besar untuk berinvestasi di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar