![]() |
| PT Telkom Tbk |
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak
usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bekerja sama dengan
Konsorsium South East Asia- United States (SEA-US), operator global, membangun
sistem kabel laut internasional yang menghubungkan Indonesia ke belahan timur
hingga Amerika Serikat.
"Selanjutnya Telkom juga sudah mengantongi rencana
pembangunan jaringan kabel laut 'Indonesia Global Gateway' guna menghubungkan
SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US," jelas Presiden Direktur Telin Syarif Syarial
Ahmad.
"Selama ini Hub (titik temu trafik internet) di Asia
itu ada di Singapura, Hong Kong, atau Jepang. Telkom ingin Indonesia menjadi
Hub internet juga untuk kawasan Asia karena punya potensi dari sisi trafik dan
pertumbuhan pengguna," kata Direktur Utama Telkom Arief Yahya.
"Sistem komunikasi kabel laut ini dipastikan mempunyai
konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang
menghubungkan Asia Tenggara dan AS dengan rute yang menghindari wilayah rawan
gempa di Asia Timur," tambahnya.
Infrastruktur ini mempunyai panjang sekitar 15.000 km yang
membentang dari Indonesia hingga ke AS.
"Proyek SEA-US merupakan kabel laut pertama yang menghubungkan
Indonesia bagian timur ke AS, yang tersambung dengan infrastruktur milik Telkom
sehingga mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke AS
dibandingkan dengan sistem kabel laut international lain yang ada saat
ini," pungkas Arif.
Kerja sama ini menghabiskan investasi sebesar US$ 250 juta
(Rp 2,92 triliun). Fasilitas yang diperkirakan akan beroperasi pada 2016
tersebut diperkirakan akan menambah kapasitas sebesar 20 terabit per detik,
menghubungkan Indonesia ke Filipina dan Amerika Serikat menggunakan teknologi
100G.
Submarine Cable System SEA-US merupakan kabel laut sepanjang
15.000 kilo meter dan menghubungkan lima area atau teritoris meliputi Manado
(Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawai), dan Los Angeles
(Amerika Serikat).
Sistem kabel laut SEAS-US tersebut juga akan terintegrasi
dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya, SEA-US-WE 5,
Asia Amerika Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJCS), Batam
Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS),
Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) dan sistem kabel domestik lainnya.
Konsorsium SEA-US merupakan kumpulan tujuh perusahaan
telekomunikasi global, meliputi Telin, Globe Telecom, RAM Telecom International
(RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Telcom Holdings (GTA), GTI Corporation dan
Telekomunikasi Indonesia International (Telkom USA).
Semoga investasi infrastruktur sekeren ini memang akan
memberikan kemashalatan bagi rakyat.



