Minggu, 24 Agustus 2014

Presiden Indonesia Jokowi Akan Ajak Investor Garap Tol Laut

tol laut

Salah satu program andalan di bidang infrastruktur Presiden Terpilih Indonesia Jokowi adalah membuat jalur perdagangan via laut atau yang biasa dikenal dengan tol laut.

Padahal, rencana ini belum masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 yang telah disusun oleh pemerintahan SBY beberapa waktu lalu. Jokowi mengatakan bahwa ia akan tetap mengupayakan anggaran proyek tol laut saat pembahasan RAPBN 2015 di DPR. Namun, jika ternyata tetap tidak dapat masuk dalam postur anggaran tahun depan, dia akan membuka pintu kerja sama dengan investor.

Jokowi juga tidak khawatir soal investor yang akan menanamkan modalnya untuk proyek tol laut. Dia yakin bahwa banyak investor lokal tertarik untuk bekerja sama. "Investor di Jakarta banyak. Investor lokal banyak banget. Wong yang ngantri banyak sekali. Iklim bisnis diperbaiki. Ada problem juga kita mau bantu. Investor lokal pasti mau. Asalkan iklim investasinya digarap dengan bagus," ungkapnya.

Agar investor lokal nyaman dan tenang berinvestasi, maka iklim investasi di Indonesia haruslah terlebih dahulu diperbaiki. Selain menciptakan suasana yang kondusif, pemerintah juga harus berpartisipasi dalam setiap masalah yang dihadapi mereka. "Tol laut itu kalau APBN ada bisa saja. Buat deep sea port-nya, pelabuhan dalamnya bisa dari APBN. Tapi kalau tidak ada APBN ya kami berikan ke investor," tambahnya.

Lalu dia memberikan contoh mengenai rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di kawasan Marunda, Jakarta Utara, dengan investornya yaitu PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). "Seperti kemarin contoh, yang dilakukan dengan KBN ya nggak, kenapa tidak. Nanti kapalnya juga mereka yang beli, kenapa tidak," tambahnya.

Seperti yang sudah kita ketahui, Pemprov DKI Jakarta melakukan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perihal pengembangan dan pembangunan coastal shipping atau distribusi barang menggunakan kapal di Provinsi DKI Jakarta. Kerjasama yang dilakukan itu dikarenakan adanya keterlambatan distribusi barang lantaran kapasitas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang terbatas. "Manajemen distribusi logistik perlu diperbaiki karena cost transport lebih murah. caranya bangun coastal shipping," ungkapnya.

Direktur Utama PT KBN, Sattar Taba mengungkapkan bahwa pembangunan coastal shipping tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian, yang menunjuk KBN untuk membangun dermaga umum dan dermaga yang melayani distribusi logistik.

"KBN ditunjuk bangun dermaga umum dan dermaga yang melayani kapal Roro dari Jakarta ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera dan seluruh kawasan timur. Selain daripada itu melihat dermaga Tanjung Priok memiliki dweling time tinggi sering terjadi kemacetan," ucap Sattar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar