Kamis, 30 April 2015

Denmark Akan Investasi Besar-besaran di Indonesia

Rachmat Gobel
Wow Indonesia benar-benar akan banjir investasi tahun ini! Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bilang bahwa Denmark akan memusatkan perdagangan dan investasinya ke Asia, khususnya Indonesia. Hal itu mengingat nilai total perdagangan nonmigas kedua negara saat ini mencapai USD393 juta.

"Setelah melalui kajian yang cukup mendalam, Denmark telah mengambil kebijakan untuk mengarahkan sumber daya yang dimiliki ke Asia, terutama Indonesia," ujar Rachmat.

Kebijakan tersebut diambil oleh Pemerintah Denmark dengan dilandasi kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dan pemerintahan baru yang berpihak kepada pebisnis.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat memimpin Misi Dagang Indonesia bertemu Minister of Trade and Development Cooperation of Denmark Mogens Jensen di Kopenhagen, Denmark.

"Sejalan dengan kebijakan tersebut maka direncanakan kunjungan Ratu Denmark ke Indonesia pada akhir tahun ini bersama rombongan 50 pengusaha negara itu yang siap berbisnis," terangnya.

Rachmat menyatakan bahwa para pengusaha tersebut siap berbisnis di berbagai sektor, seperti infrastruktur di bidang maritim dan pelabuhan, energi terbarukan, serta kerjasama teknologi ketersediaan pangan.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, sejumlah isu juga dibicarakan, seperti peningkatan kerjasama perdagangan yang lebih komprehensif, pemanfaatan kerjasama antarkawasan, termasuk ASEAN Economic Community (AEC) dan keberlangsungan pembahasan mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa.

Kunjungan kerja Rachmat Gobel ke Denmark pada tahun ini sekaligus menandai 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Denmark yang telah berjalan baik dalam berbagai kerjasama dan program di berbagai bidang.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Denmark pada 2014 mencapai 226 juta dolar AS dengan pertumbuhan 3,56 persen per tahun selama periode 2010-2014. Sementara pada periode Januari-Februari 2015, nilai ekspor Indonesia ke Denmark telah mencapai USD37 juta.

Sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Denmark pada 2014 sebesar USD167 juta dengan pertumbuhan 1,19 persen per tahun selama periode 2010-2014. Impor Indonesia dari Denmark pada periode Januari-Februari 2015 sebesar USD31 juta.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Denmark pada periode Januari-Februari 2015 adalah sepatu kulit dengan pangsa ekspor 26,5 persen, margarin dengan pangsa 9,6 persen, pipa dengan pangsa 9,57 persen, sepatu tekstil 7,2 persen, dan kursi 4,8 persen dari total ekspor Indonesia ke Denmark.

Sementara produk utama impor Indonesia dari Denmark adalah mesin sentrifugal dengan pangsa 16 persen, susu dan krim 15,2 persen, serta obat-obatan 9,4 persen dari total impor Indonesia dari Denmark.


Mau dari negara mana juga, kalau makin banyak investasi ya artinya makin bagus. Indonesia memang sudah seharusnya terbuka untuk berbagai investasi dari berbagai negara lain. Maka niscaya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan makin berkembang.

Rabu, 22 April 2015

Jokowi: Jika Anda Menemui Masalah, Hubungi Saya!

Jokowi di World Ecnomic Forum
Jakarta menjadi tuan rumah perhelatan akbar ekonomi dunia tahun ini! Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut gembira penyelenggaraan World Economic Forum On East Asia (WEF-EA) ke-24, di Jakarta, yang pelaksanaannya berdekatan dengan Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA), di Bandung.

Presiden berharap kedatangan para pemimpin bisnis dunia, politisi, akademisi, dan pemimpin masyarakat lain dalam WEF-EA itu, bisa melihat peluang usaha yang sangat besar di Indonesia.

“Silakan datang dan berinvestasi di Indonesia. Jika anda menemui masalah, silakan hubungi saya,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan WEF-EA ke-24.

Dalam masa transisi ini, Jokowi mengaku Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya berada pada posisi yang sangat sulit. Namun, ia yakin di dalam kendala pasti ada kesempatan.

"Faktanya, kendala yang kami hadapi adalah peluang bagi Anda,” kata Jokowi.

Presiden mengisahkan, setelah tahun 1997, Asia Tenggara mengalami krisis keuangan. Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah Indonesia akan bertahan? Jawabnya, kata Jokowi, sudah hampir 20 tahun berlalu, Indonesia saat ini menjadi negara demokrasi yang stabil.

Bhineka Tunggal Ika lebih kuat dari sebelumnya. Indonesia telah menjadi lima besar negara dengan ekonomi terbesar di Asia serta merupakan pemain kunci di G-20.

“Rakyat Indonesia sangat bijaksana. Mereka memiliki potensi yang besar. Oleh sebab itu, saya disini untuk mengundang anda dengan keyakinan 100 persen, Indonesia akan bangkit. 100 yakin Indonesia akan bangkit,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi kembali menyampaikan undangannya kepada para peserta WEF-EA ke-24 untuk bergabung bersama dirinya dan seluruh rakyat Indonesia dalam perjalanan yang sangat luar biasa, petualangan yang luar biasa, dan untuk memperoleh profit yang luar biasa pula.

“Dan jika Anda menemui masalah, silakan hubungi saya!” tegasnya.

Pernyataan ini tentunya sangat disambut baik oleh semua calon investor di Indonesia. Para investor pasti akan merasa lebih tertarik dan diundang untuk berinvestasi di Indonesia.


Memang di masa Jokowi ini adalah masa keemasan investasi Indonesia karena rejim yang sangat terbuka bagi investor. Semoga hal ini tetap akan bisa dipertahankan.

Selasa, 14 April 2015

Masih Banyak Pungli Investor di Indonesia

Franky Sibarani
Di saat maraknya investasi tumbuh subur di Indonesia pada masa pemerintahan Jokowi, muncul kabar tidak segar dari sektor ini.  Ternyata persoalan izin investasi di daerah masih banyak dikeluhkan oleh investor yang akan melakukan perluasan investasi. Salah satunya yakni terkait ketidakjelasan persyaratan dan biaya hingga memunculkan pungutan liar.

Hal tersebut diungkapkan para pengusaha yang memiliki perusahaan di Jawa Timur kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.

Perusahaan tesebut merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Inggris dan Spanyol yang sudah menanamkan modal di Jawa Timur dan berencana melakukan perluasan usaha.

Merespon keluhan pengusaha tersebut, Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan BKPM dan BPM Provinsi Jawa Timur akan memfasilitasi pertemuan dengan Pemerintah Daerah sehingga ada kepastian persyaratan dan prosedur dalam pengurusan perizinan.

"BKPM berharap Kepala Daerah dapat memberikan kepastian hukum terhadap para investor sehingga proses realisasi investasi dapat berjalan dengan baik. Sesuai fungsinya, BKPM akan melakukan koordinasi, baik dengan Kementerian/Lembaga lainnya maupun dengan Pemerintah Daerah untuk mengatasi hambatan yang dialami investor dalam merealisasikan rencana investasinya (debottlenecking)," ujar Franky.

Selain persoalan perizinan, kata Franky, hal lain yang juga dikeluhkan investor di Jawa Timur adalah terkait penetapan UMK, di mana tidak ada kepastian mekanisme dalam penetapannya.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Azhar Lubis, menekankan bahwa BKPM bersama Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian dan perwakilan dunia usaha sedang menyusun formulasi penetapan upah minimum setiap lima tahun.

Franky menambahkan, salah satu modal Jawa Timur dalam menarik investasi adalah jumlah kawasan industri yaitu delapan kawasan industri dari total 79 kawasan industri di seluruh Indonesia. Dalam lima tahun mendatang Pemerintah menargetkan pendirian 15 kawasan industri, dengan 13 di antaranya berada di luar Pulau Jawa.


Pastilah keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur namun bisa dipastikan hal ini terjadi juga di seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah harus segera menyelesaikan ini supaya iklim investasi menjadi lebih baik lagi.

Rabu, 08 April 2015

Jokowi Blusukan ke BEI, IHSG Meroket

BEI
Memang sektor investasi bisa dibilang adalah anak kesayangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bagaimana tidak, sore tadi Jokowi mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah kedatangan Jokowi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor.

Pada penutupan hari ini, IHSG kembali menembus rekor dengan ditutup pada level 5.523,29 atau naik 43,26 poin 0,79 persen. Dengan pencapaian ini, orang nomor satu di Indonesia ini yakin kepercayaan investor kepada Indonesia sangat tinggi.

"IHSG 5.520 tertinggi sepanjang sejarah. Artinya kepercayaan investasi dari investor ke Indonesia sangat baik," uajr Presiden Jokowi di Gedung BEI.

Selain kepercayaan investor, Jokowi juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan sangat baik. Dia bisa bilang bahwa dia meyakini pasar modal merupakan salah satu instrumen penggerak perekonomian Tanah Air.

Untuk itu, pihaknya pun menuturkan untuk mendorong investasi perlunya perbaikan regulasi.

"Terus lakukan kebijakan-kebijakan, menyederhanakan izin, memperbaiki kebijakan. Sehingga semua percaya bahwa kita memang ingin memperbaiki, dalam semua hal lewat kebijakan ekonomi," ujarnya.

Tapi dari gesture sederhana bisa diinterpretasikan luas bahwa Jokowi memang menaruh perhatian pada dunia investasi Indonesia. Investor sangat senang dan percaya pada Jokowi sehingga nilai IHSG meningkat tajam.


Jokowi harus terus mempertahankan iklim kondusif ini. Apalagi tidak perlu lah sentimen anti asing dan mengagung-agungkan nasionalisme. Yang penting hasil konkrit bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Selasa, 07 April 2015

Triliunan Investasi Asing di Sektor Kelistrikan

listrik
Kabar luar biasa lagi-lagi datang dari dunia investasi Indonesia. Sepertinya memang investasi akan berjaya di bawah pemerintahan Jokowi. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja dikabarkan menerima permohonan izin investasi sektor ketenagalistrikan dari 12 perusahaan asing. Adapun total investasi yang masuk dari 12 perusahaan tersebut mencapai USD8,94 miliar

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan PTSP Pusat di BKPM untuk sektor ketenagalistrikan. Franky menambahkan selain permohonan perizinan dari perusahaan asing, BKPM juga sudah menerima permohonan izin investasi ketenagalistrikan dari 17 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp3,45 triliun.

"Sektor ketenagalistrikan merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan dalam pemberlakuan PTSP Pusat. Paralel dengan layanan perizinan ini, BKPM dan Kementerian terkait juga melakukan proses penyederhanaan dan percepatan waktu pengurusan perizinan. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk melakukan proses penyederhanaan perizinan," terangnya.

Franky juga menyatakan bahwa kedua belas perusahaan asing tersebut tengah mengajukan perizinan 15 proyek listrik yang lokasinya tersebar di 12 provinsi, yaitu Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara

Adapun ke-12 investor asing yang sudah mengajukan permohonan izin ke BKPM berasal dari Jepang sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi USD1 Miliar, China satu perusahaan dengan nilai USD6,26 miliar, Seychelles satu perusahaan senilai USD211,6 juta, Singapura lima perusahaan senilai USD444 juta, serta dua perusahaan yang dimiliki oleh gabungan negara dengan nilai investasi USD1,02 miliar.


Bagus sekali kalau pemerintah memang mendukung banjirnya investasi dari luar. Ini berarti pemerintah realistis dan tidak alergi dengan sentimen nasionalisme tidak bermutu. Yang penting rakyat bisa melihat hasilnya dan bukan hisapan jempol belaka.