![]() |
| Rachmat Gobel |
Wow Indonesia benar-benar akan banjir investasi tahun ini!
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bilang bahwa Denmark akan memusatkan
perdagangan dan investasinya ke Asia, khususnya Indonesia. Hal itu mengingat
nilai total perdagangan nonmigas kedua negara saat ini mencapai USD393 juta.
"Setelah melalui kajian yang cukup mendalam, Denmark
telah mengambil kebijakan untuk mengarahkan sumber daya yang dimiliki ke Asia,
terutama Indonesia," ujar Rachmat.
Kebijakan tersebut diambil oleh Pemerintah Denmark dengan dilandasi
kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dan pemerintahan baru yang berpihak
kepada pebisnis.
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat memimpin Misi
Dagang Indonesia bertemu Minister of Trade and Development Cooperation of
Denmark Mogens Jensen di Kopenhagen, Denmark.
"Sejalan dengan kebijakan tersebut maka direncanakan
kunjungan Ratu Denmark ke Indonesia pada akhir tahun ini bersama rombongan 50
pengusaha negara itu yang siap berbisnis," terangnya.
Rachmat menyatakan bahwa para pengusaha tersebut siap
berbisnis di berbagai sektor, seperti infrastruktur di bidang maritim dan
pelabuhan, energi terbarukan, serta kerjasama teknologi ketersediaan pangan.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, sejumlah isu juga
dibicarakan, seperti peningkatan kerjasama perdagangan yang lebih komprehensif,
pemanfaatan kerjasama antarkawasan, termasuk ASEAN Economic Community (AEC) dan
keberlangsungan pembahasan mengenai Comprehensive Economic Partnership
Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa.
Kunjungan kerja Rachmat Gobel ke Denmark pada tahun ini
sekaligus menandai 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Denmark yang telah
berjalan baik dalam berbagai kerjasama dan program di berbagai bidang.
Ekspor nonmigas Indonesia ke Denmark pada 2014 mencapai 226
juta dolar AS dengan pertumbuhan 3,56 persen per tahun selama periode
2010-2014. Sementara pada periode Januari-Februari 2015, nilai ekspor Indonesia
ke Denmark telah mencapai USD37 juta.
Sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Denmark pada 2014
sebesar USD167 juta dengan pertumbuhan 1,19 persen per tahun selama periode
2010-2014. Impor Indonesia dari Denmark pada periode Januari-Februari 2015
sebesar USD31 juta.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Denmark pada periode
Januari-Februari 2015 adalah sepatu kulit dengan pangsa ekspor 26,5 persen,
margarin dengan pangsa 9,6 persen, pipa dengan pangsa 9,57 persen, sepatu
tekstil 7,2 persen, dan kursi 4,8 persen dari total ekspor Indonesia ke
Denmark.
Sementara produk utama impor Indonesia dari Denmark adalah
mesin sentrifugal dengan pangsa 16 persen, susu dan krim 15,2 persen, serta
obat-obatan 9,4 persen dari total impor Indonesia dari Denmark.
Mau dari negara mana juga, kalau makin banyak investasi ya
artinya makin bagus. Indonesia memang sudah seharusnya terbuka untuk berbagai
investasi dari berbagai negara lain. Maka niscaya pertumbuhan ekonomi Indonesia
akan makin berkembang.




