Baru-baru ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan apresiasi kepada 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang telah menunjukkan kinerja eksplorasi yang baik. Siapa saja yang mendapat penghargaan? Apa pesan dibalik pemberian penghargaan tersebut?
====
Eksplorasi minyak dan gas bumi merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan industri minyak dan gas. Tanpa ada eksplorasi maka tak akan ada produksi minyak dan gas. Agar sebuah perusahaan dapat melakukan produksi, maka minyak dan gas harus dicari dulu.
Persoalannya, upaya mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas) sudah tidak mudah lagi dan tentunya sangat mahal. Era mendapatkan cadangan migas mudah sudah lewat. Dulu, mungkin sebuah perusahaan tinggal ngebor 100 meter, sudah dapat menemukan cadangan migas. Saat ini, cadangan minyak sudah sulit ditemukan dan untuk menemukan, maka perusahaan harus berinvestasi besar dengan memanfaatkan teknologi.
Disamping itu, lokasi potensial cadangan minyak lebih banyak ke arah laut (offshore) dan bahkan sebagiannya berada di laut dalam (deepwater). Untuk itu, sebuah perusahaan harus melakukan perhitungan matang dan berani mengeluarkan duit ratusan milyar untuk mencari minyak. Disamping itu, risiko tergolong tinggi, karena kemugkinan untuk mendapatkan minyak (successful rate) hanya sekitar 10-30 percent.
Potensi kemungkinan gagal besar. Bila kita bicara dengan perusahaan-perusahaan migas, maka kesan yang kita dapatkan bahwa eksplorasi di Indonesia bukan Cuma masalah teknis,
tapi banyak masalah atau tantanga-tantangan non-teknis yang dijumpai di lapangan, katakanlah, keberatan bahkan penolakan masyarakat akibat salah persepsi, peraturan-peraturan daerah yang kadang susah dipahami oleh investor, serta masalah klasik birokrasi.
Terlepas dari persoalan di atas, perusahaan maupun pemerintah mau tidak mau harus tetap mendorong perusahaan migas untuk melakukan eksplorasi. Tanpa eksplorasi migas, maka cadangan tak akan bertambah dan akan terus turun. Saat ini, cadangan minyak kita hanya sekitar 3.7
miliar barel. Tanpa ada penemuan baru, maka cadangan akan habis dalam 10-12 mendatang. Demikian juga gas bumi. Cadangan gas bumi hanya bertahan beberapa dekade kedepan. Tanpa penemuan baru, maka akan habis juga. Padahal satu sisi, kebutuhan akan migas terus meningkat.
Maka, langkah SKK Migas untuk memberikan penghargaan kepada KKKS atas upaya dan komimen mereka melakukan eksplorasi patut diapresiasi. Seperi yang disampaikan oleh SKK Migas, banyak kendala yang dihadapi oleh KKKS dalam merealisasikan Program Kerja Komitmen Pasti hingga penemuan hidrokarbon (discovery). Tahapan pengembangan lapangan menjadi sesuatu hal yang sangat mahal. Butuh upaya kerja keras, komitmen tinggi dan teknologi dari KKKS untuk mencapainya, tentunya dengan dukungan penuh SKK Migas dan stakeholder terkait.
Untuk itu, SKK Migas merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada para KKKS yang telah berhasil menunjukkan kinerja eksplorasi dan compliance terhadap komitmen KKS, termasuk keberhasilan dalam penemuan hidrokarbon.
Penilaian terhadap Kontraktor KKS eksplorasi yang dilakukan oleh SKK Migas membuat peringkat ke dalam enam kategori warna, yaitu hitam, merah, merah muda, biru, hijau, dan emas.
Kategori hitam diberikan untuk Kontraktor KKS yang kegiatan eksplorasinya hanya studi G&G dan belum melakukan kegiatan apapun di luar itu; kategori merah diberikan kepada Kontraktor KKS yang baru melaksanakan sebagian kecil komitmen pasti; kategori merah muda diberikan kepada Kontraktor KKS yang melaksanakan sebagian besar komitmen pasti; kategori biru diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti; kategori hijau diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti dan secara teknis menemukan hidrokarbon (technical discovery); dan kategori emas diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti dan menemukan hidrokarbon yang ekonomis (economics discovery).
Untuk 10 Kontraktor KKS yang menerima penghargaan tahun ini, 3 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori hijau dan 7 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori biru.
“Melihat kondisi eksplorasi migas saat ini yang penuh tantangan, diantaranya: kendala perijinan; tumpang tindih lahan; peraturan perundang-undangan yang menempatkan investasi eksplorasi tidak mendapat perlakuan khusus, kita harus bersyukur dan berbangga, bahwa ada 10 Kontraktor KKS yang berhasil meningkatkan kinerjanya sehingga memperoleh reward dalam kategori kinerja biru dan hijau” ujar Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.
Berikut Kontraktor KKS Eksplorasi Penerima Penghargaan Tahun 2014
No KKKS Wilayah Kerja Kategori
1 KRISENERGY KUTEI BV. KUTAI HIJAU
2 PASIR PETROLEUM RESOURCES LTD. PASIR HIJAU
3 NORTH SOKANG ENERGY LTD. NORTH SOKANG HIJAU
4 AWE (TITAN) NZ. LTD. TITAN BIRU
5 LUNDIN BARONANG B.V BARONANG BIRU
6 RANHILL JAMBI INC. PTE. LTD. BATU GAJAH BIRU
7 BLACK GOLD CENDRAWASIH LLC CENDRAWASIH BIRU
8 LUNDIN GURITA B.V GURITA BIRU
9 PEARLOIL (TACHYLYTE) LTD. KERAPU BIRU
10 LUNDIN SOUTH SOKANG B.V SOUTH SOKANG BIRU
Eksplorasi minyak dan gas bumi merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan industri minyak dan gas. Tanpa ada eksplorasi maka tak akan ada produksi minyak dan gas. Agar sebuah perusahaan dapat melakukan produksi, maka minyak dan gas harus dicari dulu.
Persoalannya, upaya mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas) sudah tidak mudah lagi dan tentunya sangat mahal. Era mendapatkan cadangan migas mudah sudah lewat. Dulu, mungkin sebuah perusahaan tinggal ngebor 100 meter, sudah dapat menemukan cadangan migas. Saat ini, cadangan minyak sudah sulit ditemukan dan untuk menemukan, maka perusahaan harus berinvestasi besar dengan memanfaatkan teknologi.
Disamping itu, lokasi potensial cadangan minyak lebih banyak ke arah laut (offshore) dan bahkan sebagiannya berada di laut dalam (deepwater). Untuk itu, sebuah perusahaan harus melakukan perhitungan matang dan berani mengeluarkan duit ratusan milyar untuk mencari minyak. Disamping itu, risiko tergolong tinggi, karena kemugkinan untuk mendapatkan minyak (successful rate) hanya sekitar 10-30 percent.
Potensi kemungkinan gagal besar. Bila kita bicara dengan perusahaan-perusahaan migas, maka kesan yang kita dapatkan bahwa eksplorasi di Indonesia bukan Cuma masalah teknis,
tapi banyak masalah atau tantanga-tantangan non-teknis yang dijumpai di lapangan, katakanlah, keberatan bahkan penolakan masyarakat akibat salah persepsi, peraturan-peraturan daerah yang kadang susah dipahami oleh investor, serta masalah klasik birokrasi.
Terlepas dari persoalan di atas, perusahaan maupun pemerintah mau tidak mau harus tetap mendorong perusahaan migas untuk melakukan eksplorasi. Tanpa eksplorasi migas, maka cadangan tak akan bertambah dan akan terus turun. Saat ini, cadangan minyak kita hanya sekitar 3.7
miliar barel. Tanpa ada penemuan baru, maka cadangan akan habis dalam 10-12 mendatang. Demikian juga gas bumi. Cadangan gas bumi hanya bertahan beberapa dekade kedepan. Tanpa penemuan baru, maka akan habis juga. Padahal satu sisi, kebutuhan akan migas terus meningkat.
Maka, langkah SKK Migas untuk memberikan penghargaan kepada KKKS atas upaya dan komimen mereka melakukan eksplorasi patut diapresiasi. Seperi yang disampaikan oleh SKK Migas, banyak kendala yang dihadapi oleh KKKS dalam merealisasikan Program Kerja Komitmen Pasti hingga penemuan hidrokarbon (discovery). Tahapan pengembangan lapangan menjadi sesuatu hal yang sangat mahal. Butuh upaya kerja keras, komitmen tinggi dan teknologi dari KKKS untuk mencapainya, tentunya dengan dukungan penuh SKK Migas dan stakeholder terkait.
Untuk itu, SKK Migas merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada para KKKS yang telah berhasil menunjukkan kinerja eksplorasi dan compliance terhadap komitmen KKS, termasuk keberhasilan dalam penemuan hidrokarbon.
Penilaian terhadap Kontraktor KKS eksplorasi yang dilakukan oleh SKK Migas membuat peringkat ke dalam enam kategori warna, yaitu hitam, merah, merah muda, biru, hijau, dan emas.
Kategori hitam diberikan untuk Kontraktor KKS yang kegiatan eksplorasinya hanya studi G&G dan belum melakukan kegiatan apapun di luar itu; kategori merah diberikan kepada Kontraktor KKS yang baru melaksanakan sebagian kecil komitmen pasti; kategori merah muda diberikan kepada Kontraktor KKS yang melaksanakan sebagian besar komitmen pasti; kategori biru diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti; kategori hijau diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti dan secara teknis menemukan hidrokarbon (technical discovery); dan kategori emas diberikan kepada Kontraktor KKS yang telah melaksanakan seluruh komitmen pasti dan menemukan hidrokarbon yang ekonomis (economics discovery).
Untuk 10 Kontraktor KKS yang menerima penghargaan tahun ini, 3 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori hijau dan 7 Kontraktor KKS masuk ke dalam kategori biru.
“Melihat kondisi eksplorasi migas saat ini yang penuh tantangan, diantaranya: kendala perijinan; tumpang tindih lahan; peraturan perundang-undangan yang menempatkan investasi eksplorasi tidak mendapat perlakuan khusus, kita harus bersyukur dan berbangga, bahwa ada 10 Kontraktor KKS yang berhasil meningkatkan kinerjanya sehingga memperoleh reward dalam kategori kinerja biru dan hijau” ujar Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.
Berikut Kontraktor KKS Eksplorasi Penerima Penghargaan Tahun 2014
No KKKS Wilayah Kerja Kategori
1 KRISENERGY KUTEI BV. KUTAI HIJAU
2 PASIR PETROLEUM RESOURCES LTD. PASIR HIJAU
3 NORTH SOKANG ENERGY LTD. NORTH SOKANG HIJAU
4 AWE (TITAN) NZ. LTD. TITAN BIRU
5 LUNDIN BARONANG B.V BARONANG BIRU
6 RANHILL JAMBI INC. PTE. LTD. BATU GAJAH BIRU
7 BLACK GOLD CENDRAWASIH LLC CENDRAWASIH BIRU
8 LUNDIN GURITA B.V GURITA BIRU
9 PEARLOIL (TACHYLYTE) LTD. KERAPU BIRU
10 LUNDIN SOUTH SOKANG B.V SOUTH SOKANG BIRU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar