Pada
penutupan pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) Jumat (23 Mei 2014)
lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengumumkan
penawaran Wilayah Keja (WK) Minyak dan Gas Konvensional dan Konvensional untuk
tahun 2014. Pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah lelang kali ini bakal
menarik minat para investor dibanding lelang WK Migas sebelumnya?
Pertanyaan
berikutnya, apakah pemerintah telah mengevaluasi mengapa lelang WK Migas tahun
lalu kurang diminati oleh investor? Bila pemerintah telah melakukan evaluasi
dan pendalaman, seharusnya lelang kali ini mendapat respons baik dari investor.
Semoga saja.
Kementerian ESDM menawarkan WK Migas
konvensional dan non konvensional sebagai upaya untuk meningkatkan kegiatan
eksplorasi dan eksploitasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan penemuan
cadangan Minyak dan Gas Bumi nasional. Saat ini cadangan minyak hanya
tinggal 3,7 miliar barel, yang cukup untuk 12 tahun saja bila tidak ditemukan
cadangan baru.
Jumlah Wilayah Kerja Konvensional yang
ditawarkan adalah 13 (tiga belas) Wilayah Kerja yang terdiri dari 6 Wilayah
Kerja melalui mekanisme Penawaran Langsung dan 5 (tiga) Wilayah Kerja
melalui mekanisme Lelang Reguler dan 2 Wilayah Kerja melalui mekanisme
Penawaran Langsung oleh Pertamina.
Jumlah Wilayah Kerja Migas Non
Konvensional (MNK) yang ditawarkan adalah 8 (delapan) Wilayah Kerja yang
terdiri dari 3 (tiga) Wilayah Kerja MNK melalui mekanisme Penawaran
Langsung, 3 (tiga) Wilayah Kerja MNK melalui Lelang Regular dan 2 (dua) Wilayah
Kerja MNK melalui mekanisme Penawaran Langsung oleh Pertamina. Berikut adalah
nama Wilayah Kerja Migas Konvensional dan Non Konvensional yang
ditawarkan.
Wilayah
Kerja Migas Konvensional
NO
|
WILAYAH KERJA
|
LOKASI
|
KETERANGAN
|
1
|
North Madura II
|
Lepas Pantai Jawa Timur
|
Lelang Reguler
|
2
|
Yamdena
|
Lepas Pantai Maluku
|
Lelang Reguler
|
3
|
South Aru II
|
Lepas Pantai Maluku
|
Lelang Reguler
|
4
|
Aru Trough I
|
Lepas Pantai Maluku
|
Lelang Reguler
|
5
|
Aru Trough II
|
Lepas Pantai Maluku
|
Lelang Reguler
|
6
|
North Central Java Offshore
|
Lepas Pantai Jawa Timur
|
Penawaran Langsung
|
7
|
Kualakurun
|
Daratan, Kalimantan Tengah
|
Penawaran Langsung
|
8
|
Garung
|
Daratan dan Lepas Pantai
Kalimantan Tengah
|
Penawaran Langsung
|
9
|
Offshore Pulau Moa Selatan
|
Lepas Pantai Maluku
|
Penawaran Langsung
|
10
|
Dolok
|
Daratan dan Lepas Pantai Papua
|
Penawaran Langsung
|
11
|
South East Papua
|
Daratan Papua
|
Penawaran Langsung
|
12
|
Abar
|
Lepas Pantai DKI Jakarta dan Jawa
Barat
|
Penawaran Langsung Pertamina
|
13
|
Anggursi
|
Lepas Pantai Jawa Barat dan jawa
Tengah
|
Penawaran Langsung Pertamina
|
Wilayah Kerja Migas Non
Konvensional
|
NO
|
WILAYAH KERJA
|
LOKASI
|
KETERANGAN
|
1
|
MNK Sakakemang
|
Daratan Sumatra Selatan
|
Penawaran Langsung
|
2
|
MNK Selat Panjang
|
Daratan Riau
|
Penawaran Langsung
|
3
|
MNK Palmerah
|
Daratan Sumatra Selatan
|
Penawaran Langsung
|
4
|
MNK Shinta
|
Daratan Sumatra Selatan
|
Lelang Reguler
|
5
|
MNK North Tarakan
|
Daratan Kalimantan Utara
|
Lelang Reguler
|
6
|
MNK Kutai
|
Daratan Kalimantan Timur
|
Lelang Reguler
|
7
|
MNK Jambi I
|
Daratan Jambi
|
Penawaran Langsung Pertamina
|
8
|
MNK Jambi II
|
Daratan Jambi
|
Penawaran Langsung Pertamina
|
Kita
berharap lelang kali ini mampu menarik minat investor. Indonesia saat ini perlu
meningkatkan cadangan migas, tanpa penemuan baru,Indonesia akan menghadapi
krisis energi akut, dan negara bisa menghadapi ancaman ketidakstabilan ekonomi
akibat ketergantungan pada impor migas. Mudah-mudahan pemerintah baru nanti
memberikan perhatian lebih kepada industri migas nasional demi menjamin
keamanan energi nasional. Yang paling penting, retorika pejabat-pejabat diikuti
oleh aksi konkrit, tidak hanya berwacana. Indonesia butuh pemerintah yang
bekerja, kabinet yang bekerja, bukan pemerintah yang terus berwacana, hanya
memberi janji-janji manis. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar