![]() |
| Kadin |
Kekalahan
Prabowo di pemilihan presiden (pilpres) Juli lalu tidak membuat Prabowo lantas
berhenti begitu saja. Berbagai manuver untuk melemahkan posisi politik Jokowi
kian gencar dilakukan. Koalisi Prabowo yang lebih dikenal dengan sebutan
Koalisi Merah Putih melemahkan Jokowi dengan menguasai DPRD dan DPR. Legislatif
dikuasai oleh gerombolan garong tersebut, otomatis akan menyulitkan Jokowi
sebagai eksekutif pemerintahan.
Kegaduhan
politik tersebut tidak hanya merugikan Jokowi, namun bangsa ini kena getahnya
juga. Kericuhan yang terjadi belakangan ini membuat dunia usaha harap-harap
cemas. Para investor cenderung menunggu situasi agar menjadi lebih tenang dahulu
sebelum merealisasikan investasi mereka.
Menanggapi situasi tersebut, para pengusaha yang
tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan agar
pihak-pihak yang terlibat segera berdamai. Hal ini perlu direalisasikan supaya
ada kepastian politik dan hukum sehingga pengusaha nyaman berinvestasi.
"Kalau saya berpandangan, obatnya adalah
menghisap pipa perdamaian antara para 'kepala suku'. Ibu Mega, Pak SBY, Pak
Ical, Pak Prabowo, duduk lah bareng," ujat Wakil Ketua Kadin bidang ICT,
Didie W Soewondho.
Didie mengharapkan agar para tokoh-tokoh politik
tersebut segera bertemu dan menemukan titik terang. Apabila kisruh politik
sudah tenang, maka pemerintahan baru di bawah pimpinan Jokowi bisa bekerja dengan
optimal, terutama untuk menggenjot perekonomian.
"Utamakan kepentingan nasional, kompromi
lah. Akur, take and give. Jangan tidak kompromi, jangan tidak
bersedia. Kalau nggak kompromi ya nggak cantik, nggak manis," kritiknya.
Apabila para 'kepala suku' tersebut sudah
sejalan, Didie yakin bahwa baik Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah
Putih akan mendukung pemerintahan Jokowi.
"Kami pengusaha yakin, Koalisi Merah Putih
kalau sudah untuk urusan rakyat maka mereka akan mendukung Pak Jokowi. Para
investor wait and see semua. Dari beberapa pengusaha sudah
memberikan indikasi itu ke Kadin. Tunggu sampai selesai," ujarnya.
Sedangkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia
Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menyampaikan bahwa di sektor
perikanan, banyak investor dari luar yang ingin menanamkan modalnya. Namun
mereka masih melihat situasi politik di Indonesia.
Kisruh politik tidak hanya mempengaruhi yang
berniat investasi, tapi juga mempengaruhi investor yang sudah menanamkan
modalnya pun masih menunggu gonjang-ganjing politik sedikit mereda untuk
kembali berekspansi.
"Investor kalau udah kecebur ya nggak bisa
apa-apa. Dia nggak mau tambah investasi lagi. Kalau yang belum, dia nggak mau
investasi. Sama, lihat dulu aman atau nggak," ujar Yugi.
Adapun Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang
Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur, berpendapat senada. Apabila
pemerintah tidak memiliki langkah strategis untuk mengantisipasi hal ini, maka
akan berdampak lebih luas lagi.
Natsir mengingatkan bahwa banyak proyek-proyek
jangka panjang yang dibiayai dari dana investor luar negeri. Jadi apabila
mereka tak percaya lagi dengan kepastian hukum di Indonesia, maka investor
tersebut bakal lari ke negara lain.
"Bisa melambat, dan dipindahkan uangnya ke
negara lain," keluh Natsir.
Nah seharusnya Koalisi Merah Putih
memperhitungkan berbagai pernyataan tersebut dan berhenti memikirkan
kepentingan kelompok. Memang oligarki ini kurang ajar dan mencelakakan bangsa
Indonesia!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar