Kamis, 25 September 2014

Kebijakan Fiskal Akan Dimudahkan di Indonesia Timur Untuk Menaikkan Investasi

Indonesia bagian timur
Pembangunan yang tidak merata, itu memang penyakit negara kita. Kita semua sudah tahu bahwa negara kita itu Jawa-sentris. Pembangunan dan segala macamnya di Indonesia bagian barat jauh lebih berkembang dibanding Indonesia bagian timur. Indonesia bagian timur seakan-akan adalah anak tiri Indonesia.

Hal ini sepertinya disadari pula oleh pemerintah. Kepala Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kindy Rinaldi Syahrir menyampaikan bahwa pemerintahan baru telah menyatakan komitmennya untuk mempermudah kebijakan fiskal di Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Selatan.

Instrumen fiskal yang akan diberikan tersebut meliputi kemudahan pengeluaran dan pajak investasi. Kebijakan ini mengacu pada perubahan tingkat dan komposisi pajak yang harus dibayarkan sektor swasta saat berinvestasi.

Tetapi Kindy belum menyebutkan gambaran detil soal porsi dan besaran komposisi keringanan pajak tersebut. Hal itu disebabkan karena saat ini masih dalam masa transisi pemerintahan. Meskipun demikian, pemerintah tidak hanya akan mengoptimalkan arah kebijakan saja tapi juga pemerataan.

Program yang akan dikedepankan oleh Jokowi-JK menyatakan bahwa pembangunan fokus ke timur menjadi stimulan untuk memancing investor baru untuk melirik Sulsel. Dengan adanya kemudahan fiskal yang diberikan pemerintah, pemerintah berharap hal tersebut akan dapat mempengaruhi tingkat investasi yang berjalan nantinya.

"Selama ini masalahnya memang di fiskal. Investor merasa dirugikan sebab pajak yang diberlakukan dalam investasi terlalu tinggi padahal proyek belum berjalan," tutur Kindy.

Namun demikian, tetap ada kondisi yang membutuhkan peran serta pemerintah daerah agar gairah investasi semakin banyak. Selain kebijakan fiskal, pemerintah juga telah merencanakan untuk memberikan tax holiday bagi perusahaan yang membangun industri di kawasan timur. Dengan catatan hal tersebut tetap harus memenuhi persyaratan. Misalkan seperti industri tersebut harus menyelesaikan perijinan, dan manfaatnya memang akan cukup signifikan apabila industri tersebut berjalan.

CEO Bosowa Corporindo, Erwin Aksa memberikan tanggapan positif atas rencana keringanan atau insentif pajak investasi bagi sektor swasta. Kebijakan tersebut akan memberi dampak yang cukup besar dalam mendorong sektor investasi.

"Akan lebih bagus dengan kebijakan ini. Indonesia timur bisa memancing investor untuk membangun pengembangan infrastruktur baik darat maupun laut agar  biaya logistik bisa lebih murah," katanya.

Erwin mengaku bahwa dengan adanya kebijakan ini, pengusaha akan mendapat jaminan kemudahan investasi dan hal ini harus dibarengi dengan pola komunikasi yang baik juga dengan pemerintah di masing-masing daerah.


Kebijakan pemerintah yang baru tersebut harus didukung penuh karena tentunya investasi akan berkembang pesat di daerah timur Indonesia. Memang kadang pancingan diperlukan untuk menggaet investor. Dengan dibukanya pintu masuk ini, semoga berkat investasi yang tinggi bisa menumbuhkan pembangunan baik ekonomi maupun infrastruktur di Indonesia bagian timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar