![]() |
| Indonesia bagian timur |
Pembangunan
yang tidak merata, itu memang penyakit negara kita. Kita semua sudah tahu bahwa
negara kita itu Jawa-sentris. Pembangunan dan segala macamnya di Indonesia
bagian barat jauh lebih berkembang dibanding Indonesia bagian timur. Indonesia
bagian timur seakan-akan adalah anak tiri Indonesia.
Hal
ini sepertinya disadari pula oleh pemerintah. Kepala Bidang Pemantauan Dini
Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kindy Rinaldi Syahrir menyampaikan bahwa pemerintahan
baru telah menyatakan komitmennya untuk mempermudah kebijakan fiskal di
Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Selatan.
Instrumen
fiskal yang akan diberikan tersebut meliputi kemudahan pengeluaran dan pajak
investasi. Kebijakan ini mengacu pada perubahan tingkat dan komposisi pajak
yang harus dibayarkan sektor swasta saat berinvestasi.
Tetapi
Kindy belum menyebutkan gambaran detil soal porsi dan besaran komposisi keringanan
pajak tersebut. Hal itu disebabkan karena saat ini masih dalam masa transisi
pemerintahan. Meskipun demikian, pemerintah tidak hanya akan mengoptimalkan
arah kebijakan saja tapi juga pemerataan.
Program
yang akan dikedepankan oleh Jokowi-JK menyatakan bahwa pembangunan fokus ke
timur menjadi stimulan untuk memancing investor baru untuk melirik Sulsel. Dengan
adanya kemudahan fiskal yang diberikan pemerintah, pemerintah berharap hal
tersebut akan dapat mempengaruhi tingkat investasi yang berjalan nantinya.
"Selama
ini masalahnya memang di fiskal. Investor merasa dirugikan sebab pajak yang
diberlakukan dalam investasi terlalu tinggi padahal proyek belum
berjalan," tutur Kindy.
Namun
demikian, tetap ada kondisi yang membutuhkan peran serta pemerintah daerah agar
gairah investasi semakin banyak. Selain kebijakan fiskal, pemerintah juga telah
merencanakan untuk memberikan tax holiday bagi perusahaan yang membangun
industri di kawasan timur. Dengan catatan hal tersebut tetap harus memenuhi
persyaratan. Misalkan seperti industri tersebut harus menyelesaikan perijinan,
dan manfaatnya memang akan cukup signifikan apabila industri tersebut berjalan.
CEO
Bosowa Corporindo, Erwin Aksa memberikan tanggapan positif atas rencana
keringanan atau insentif pajak investasi bagi sektor swasta. Kebijakan tersebut
akan memberi dampak yang cukup besar dalam mendorong sektor investasi.
"Akan
lebih bagus dengan kebijakan ini. Indonesia timur bisa memancing investor untuk
membangun pengembangan infrastruktur baik darat maupun laut agar biaya logistik bisa lebih murah," katanya.
Erwin
mengaku bahwa dengan adanya kebijakan ini, pengusaha akan mendapat jaminan
kemudahan investasi dan hal ini harus dibarengi dengan pola komunikasi yang
baik juga dengan pemerintah di masing-masing daerah.
Kebijakan
pemerintah yang baru tersebut harus didukung penuh karena tentunya investasi
akan berkembang pesat di daerah timur Indonesia. Memang kadang pancingan
diperlukan untuk menggaet investor. Dengan dibukanya pintu masuk ini, semoga
berkat investasi yang tinggi bisa menumbuhkan pembangunan baik ekonomi maupun
infrastruktur di Indonesia bagian timur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar