Rabu, 17 September 2014

SBY Berharap Agar MP3EI Terus Dijalankan

MP3EI
Di penghujung masa kepemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin memastikan agar semua proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) masih akan dilaksanakan oleh pemerintah selanjutnya.

“Beberapa waktu lalu, kami mengajak Pak Jokowi bertemu untuk mengetahui cetak biru serta agenda apa dalam MP3EI yang memiliki rentang pekerjaan dari 2011 sampai 2025. Harapannya, rencana ini tetap dijaga dan dilanjutkan,” ujar SBY.

Menurut SBY, MP3EI mengusung konsep pembangunan Indonesia ke depan, dengan menggunakan uraian rencana pembangunan jangka panjang, menengah, hingga pendek. Semua itu juga dengan mempertimbangkan secara bijak kekuatan dukungan financial dari APBN dan APBD. Perjalanan rencana itu juga diperkuat dua konsep lain, yaitu percepatan pembangunan ekonomi dan percepatan pengurangan kemiskinan.

“Ini semua adalah pembangunan kita. Semua ini ditambah dengan dua hal tadi, mewujudnyatakan pembangunan di semua daerah. Bukan hanya bicara saja,” kata SBY.

Target perwujudan MP3EI sebenarnya masih panjang yakni hingga 2025. Anggaran yang diperlukan untuk mengerjakan semua proyek itu, yaitu tidak kurang dari Rp 4.700 triliun. Dengan angka sefantastis itu maka untuk keseluruhan pembiayaan tidak mungkin hanya mengandalkan APBN dan APBD semata. Keterlibatan BUMN, BUMD, dan sektor swasta sangatlah diperlukan dan berperan penting.

“(agar) tidak membebani APBN terlalu banyak, sehingga upaya pendidikan, kesehatan, dan mengurangi angka kemiskinan tidak terbebani. Itu konsep kerja kita. Itu blueprint MP3EI. Upaya percepatan pengurangan kemiskinan,” ujar SBY.

SBY mengharapkan agar pemerintahan ke depan, hingga pemimpin setelah Jokowi pun, akan tetap mewujudkan pelaksanaan MP3EI ini dan bisa meneruskannya menjadi proyek berkelanjutan terus menerus hingga 2025 dan tidak menjadi sia-sia begitu saja.


SBY juga telah meresmikan dan groundbreaking 12 proyek dalam MP3EI di Koridor Kalimantan dan Koridor Jawa. Peresmian tersebut berlangsung di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. SBY meresmikan 10 proyek pada sektor energi, sektor minyak dan gas, serta sektor perhubungan yakni: terminal baru Bandara Udara Sultan Aji, terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, gedung VVIP dan VIP Pemprov Kaltim di Sultan Aji, landasan pacu Bandar Udara Yuvai Semiring – Long Bawan di Nunukan, Long Apung di Malinau, dan Datah Dawai di Mahakam Ulu. Selain itu juga proyek pengembangan unit III PLTU Embalut 1 x 50 MW di Tenggarong Seberang di Kutai Kartanegara, PLTG Peaking 2 x(50-60) MW Tanjung Batu Desa Embalut juga di Kukar. Berikut proyek kegiatan lepas pantai SISI-NUBI (WPN 3 dan WPS 2) Total E&P Indonesie – Inpex – Pertamina Hulu Energi Tengah dan pengembangan lapangan Ruby Blok Sebuku Mubadala Petroleum Total E&P Sebuku Inpex South Makassar Ltd Selat Makassar dan Kalimantan Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar