![]() |
| MP3EI |
Di penghujung masa kepemerintahannya, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) ingin memastikan agar semua proyek dalam Masterplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) masih akan
dilaksanakan oleh pemerintah selanjutnya.
“Beberapa waktu lalu, kami mengajak Pak Jokowi bertemu untuk
mengetahui cetak biru serta agenda apa dalam MP3EI yang memiliki rentang
pekerjaan dari 2011 sampai 2025. Harapannya, rencana ini tetap dijaga dan
dilanjutkan,” ujar SBY.
Menurut SBY, MP3EI mengusung konsep pembangunan Indonesia ke
depan, dengan menggunakan uraian rencana pembangunan jangka panjang, menengah,
hingga pendek. Semua itu juga dengan mempertimbangkan secara bijak kekuatan
dukungan financial dari APBN dan APBD. Perjalanan rencana itu juga diperkuat
dua konsep lain, yaitu percepatan pembangunan ekonomi dan percepatan
pengurangan kemiskinan.
“Ini semua adalah pembangunan kita. Semua ini ditambah
dengan dua hal tadi, mewujudnyatakan pembangunan di semua daerah. Bukan hanya
bicara saja,” kata SBY.
Target perwujudan MP3EI sebenarnya masih panjang yakni
hingga 2025. Anggaran yang diperlukan untuk mengerjakan semua proyek itu, yaitu
tidak kurang dari Rp 4.700 triliun. Dengan angka sefantastis itu maka untuk
keseluruhan pembiayaan tidak mungkin hanya mengandalkan APBN dan APBD semata.
Keterlibatan BUMN, BUMD, dan sektor swasta sangatlah diperlukan dan berperan
penting.
“(agar) tidak membebani APBN terlalu banyak, sehingga upaya
pendidikan, kesehatan, dan mengurangi angka kemiskinan tidak terbebani. Itu
konsep kerja kita. Itu blueprint MP3EI. Upaya percepatan pengurangan
kemiskinan,” ujar SBY.
SBY mengharapkan agar pemerintahan ke depan, hingga pemimpin
setelah Jokowi pun, akan tetap mewujudkan pelaksanaan MP3EI ini dan bisa
meneruskannya menjadi proyek berkelanjutan terus menerus hingga 2025 dan tidak
menjadi sia-sia begitu saja.
SBY juga telah meresmikan dan groundbreaking 12 proyek dalam
MP3EI di Koridor Kalimantan dan Koridor Jawa. Peresmian tersebut berlangsung di
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. SBY
meresmikan 10 proyek pada sektor energi, sektor minyak dan gas, serta sektor
perhubungan yakni: terminal baru Bandara Udara Sultan Aji, terminal 2 Bandar
Udara Internasional Juanda di Surabaya, gedung VVIP dan VIP Pemprov Kaltim di
Sultan Aji, landasan pacu Bandar Udara Yuvai Semiring – Long Bawan di Nunukan,
Long Apung di Malinau, dan Datah Dawai di Mahakam Ulu. Selain itu juga proyek
pengembangan unit III PLTU Embalut 1 x 50 MW di Tenggarong Seberang di Kutai
Kartanegara, PLTG Peaking 2 x(50-60) MW Tanjung Batu Desa Embalut juga di
Kukar. Berikut proyek kegiatan lepas pantai SISI-NUBI (WPN 3 dan WPS 2) Total
E&P Indonesie – Inpex – Pertamina Hulu Energi Tengah dan pengembangan
lapangan Ruby Blok Sebuku Mubadala Petroleum Total E&P Sebuku Inpex South
Makassar Ltd Selat Makassar dan Kalimantan Timur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar