![]() |
| Lukman Mahfoedz |
Tamparan besar bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) di penghujung masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI).
Lagi-lagi menteri di kabinetnya tersangkut kasus korupsi. Kali ini adalah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik yang kemudian
mengundurkan diri. Namun menurut ekonom senior Institute of Development
Economics and Finance Didik J. Rachbini, dampak ini tidak akan berpengaruh
besar pada sektor energi di Indonesia.
"Pasti ada pengaruh, tapi pengaruhnya tidak memberi
dampak berartilah. Sekarang kan ada Wamen ada Menko Perekonomian juga.
Berdampak tapi tidak terlalu,"papar Didik.
Didik menyampaikan bahwa yang membuat tidak terlalu
berpengaruhnya status Jero tersebut adalah karena persoalan investasi migas
yang tidak hanya bergantung pada Kementerian ESDM. Selama ini Menko
Perekonomian juga turut campur tangan dalam sector migas seperti yang sudah
terlihat dalam renegosiasi Freeport dan Newmont.
Karena adanya kejadian ini, Didik yakin bahwa sektor energi
di Indonesia akan berbenah. Kementerian Perekonomian pun akan memperbaiki dan
membantu akan membantu meningkatkan minat investor untuk investasi di
Indonesia.
"Ini kan akan ada perbaikan terus, selama ini Menko
Perekonomian sudah mendorong negosiasi. Sejauh itu saya lihat. Yang
menggantikan, Menko sudah mengambil kontribusi. Wamen (ESDM) juga sejauh saya
lihat sudah aktif, justru kedua itu telah mengambil inisiatif (untuk gantikan
Menteri ESDM)," jelasnya.
Di lain sisi, para perusahaan minyak dan gas bumi (migas)
yang tergabung dalam Indonesia Petroleum Association (IPA) sudah mulai mendesak
pemerintah agar segera menunjuk Menteri ESDM yang baru untuk menggantikan Jero
Wacik
Ketua IPA Lukman Mahfoedz, yang juga adalah Presiden
Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyatakan bahwa diperlukannya
Menteri ESDM yang definitif agar tidak berpengaruh pada investasi di sektor
migas.
"Kami berharap agar permasalahan pengunduran diri Pak
Jero Wacik tidak berpengaruh terhadap investasi migas. Untuk itu, diperlukan
Menteri ESDM segera mungkin untuk agar keputusan-keputusan penting dan
strategis jangan sampai terlambat," pungkasnya.
Lukman menyatakan dukungan dari pihaknya agar Wakil Menteri
ESDM saat ini, Susilo Siswoutomo, yang menggantikan posisi Menteri ESDM yang
saat ini kosong. Lagipula selama ini Susilo dianggap sangat proaktif dan tegas
dalam mengambil keputusan.
"Untuk itu kami mengusulkan agar selayaknya Pak Susilo
Siswoutomo sebagai Wakil Menteri bisa mengambil komando dan ditunjuk sebagai
Pejabat Menteri. IPA sangat appreciate dengan Pak Wamen. Beliau terkenal sangat
proaktif, punya integritas, dan tidak segan segan mengambil keputusan. Apalagi
dengan background selama puluhan tahun di bidang migas, beliau mengerti
permasalahan. Kompetensi yang sangat membantu dalam membuat keputusan keputusan
penting," jelasnya.
Lukman menambahkan keterangannya bahwa dalam urusan migas
banyak keputusan yang harus diambil Menteri ESDM karena berkaitan dengan
kebijakan seperti rencana pengembangan proyek migas, penjualan dan alokasi gas,
infrastruktur, penyelesaian hambatan hambatan pelaksanaan proyek-proyek besar,
dan lainnya.
"Kami perlu segera ada Menteri ESDM yang baru, agar
masalah ini tidak mempengaruhi investasi di sektor migas," tegasnya lagi.
Memang ada tamparan keras bagi sektor energi Indonesia
dengan terseretnya banyak orang penting ke kasus korupsi. Selain Jero Wacik,
mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno, lalu mantan Kepala
SKK Migas yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini,
dan mantan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan J Purwono.
Apabila tidak segera diselesaikan, sangat mungkin investor
akan tidak percaya lagi dengan sistem di Indonesia karena korupnya bidang
energi sehingga jadi malas berinvestasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar