Kamis, 20 Maret 2014

10 Agenda Utama Jokowi Jika Terpilih Menjadi Presiden Indonesia

Joko Widodo
Seorang sahabat mengirimkan email, menanyakan penulis kira-kira apa 10 agenda utama Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7 pada Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti? Jawaban saya, pertanyaan sebaiknya dimodifikasi apa agenda utama Presiden mendatang?Siapa pun itu.

Saya memang bukan pendukung militan (die-hard) Jokowi, bukan pula pendukung calon presiden lainnya. Kriteria saya jelas. Saya hanya akan mendukung dan memilih calon presiden yang akan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik, lebih sejahtera. Seorang pemimpin yang dicintai rakyatnya, seorang pemimpin yang memahami dan mengerti kebutuhan rakyatnya. Saya akan memilih pemimpin yang mampu meyakinkan saya bahwa dia adalah putra terbaik bangsa. Dia tidak harus ganteng, pintar atau berwibawa. Tidak harus belajar di akademi John Robert Powel untuk belajar bagaimana bisa tampil prima di depan kamera. Yang saya butuhkan adalah pemimpin yang jujur, apa adanya (menjadi dirinya sendiri), tidak korupsi, dan tentunya bermoral.

Kriteria pemimpin yang saya idamkan, dan mungkin menjadi idaman mayoritas bangsa ini, akan jatuh pada Jokowi. Sebagian masyarakat mungkin menjagokan calonnya sendiri-sendiri. Bila melihat berbagai survei independen, Jokowi hingga saat ini masih menjadi calon yang memiliki popularitas paling tinggi.

Infrastruktur Gas
Kembali ke pertanyaan pokok tadi, apa 10 agenda utama Jokowi bila kelak benar-benar menjadi Presiden, sehingga kita bisa mulai berdiskus mulai dari sekarang. Berikut adalah 10 agenda utama Jokowi nanti.

1). Reformasi di tubuh Peradilan, Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Konstitusi dan memperkuat KPK. Tanpa ada penegakan hukum (rule of law), maka tidak akan ada reformasi.

2). Reformasi DPR. Rakyat sudah tahu dan muak dengan kelakuan sebagian anggota DPR, seperti praktek-praktek jual beli pasal, jual beli anggaran, jual-beli keputusan. Semua itu harus dihentikan. Caranya? Segera lakukan reformasi DPR dengan sasaran utama meningkatkan transparansi dan pengawasan, termasuk menerapkan panduan KPK. Reformasi yang sama juga perlu diterapkan di daerah (DPRD).

3). Mendorong investasi asing langsung (FDI) dengan memperluat rule of law dan memotong berbagai hambatan birokrasi. Semua peraturan daerah yang bertentangan dengan Konstitusi segera dicabut.
  
4) Bersihkan industri minyak dan gas bumi dari praktek-praktek KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan terapkan good corporate governance (GCG) dengan ketat, termasuk di tubuh Pertamina dan BUMN lainnya. Perusahaan pelat merah itu, perlu didorong untuk meningkatkan eksplorasi mencari cadangan minyak dan gas bumi. 

Ciptakan level playing field di industri migas. Perusahaan-perusahaan migas yang punya komitmen investasi tinggi dan berkompeten diberikan kesempatan untuk mengembangkan blok-blok migas agar berkontribusi maksimal bagi Negara. Ini termasuk pengelolaan Blok Mahakam pasca 2017.  Buatlah keputusan (opsi) terbaik. Kolaborasi operator lama dan masuknya pemain baru (Pertamina) patut dipertimbangkan agar produksi Blok Mahakam optimal.

5). Hentikan segera perusakan hutan tropis untuk kepentingan ekspansi perkebunan kelapa sawit, karet atau pengembangan hutan tanaman industri (HTI). Indonesia harus melindungi hutan, laut dan lingkungan demi kebaikan masa depan anak cucu bangsa ini. Menjaga hutan juga bagus untuk industri pariwisata, yang kini lebih mengutamakan konsep back to nature. Terkait ini, perlu untuk merileksasi pengenaan visa bagi wisatawan (hilangkan visa 30 hari).  Indonesia harus menghentikan upaya-upaya perusakan alam, seperti membuang sampah ke sungai dan laut.

6). Terapkan sistem pendidikan yang tepat bagi anak-anak demi kemajuan bangsa. Ajarlah anak-anak mengenai pentingnya matematika dan ilmu pengetahuan. Pendidikan Pancasila dan agama harus diarahkan untuk pembentukan karakter dan nilai-nilai moral, bukan menghafal sila-sila. Bila anak-anak dan putra-putri kita tidak dididik dengan baik, maka mereka akan pergi ke negara lain mencari sistem pendidikan yang lebih baik.

7) Kembangkan sektor industri, pembangkit listrik dan infrastruktur, termasuk jaringan pipa gas, untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi. Pengembangan sektor-sektor ini akan menciptakan lapangan kerja yang banyak.

8)  Lindungi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Pemerintah jangan hanya menginginkan devisa TKI, tapi yang terpenting adalah perlindungan terhadap hak-hak mereka. TKI yang bekerja di luar negeri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia. Kita tak ingin TKI kita diperlakukan seperti budak di negara-negara lain, seperti di Timur Tengah, Malaysia, Hong-Kong atau negara-negara lain.  Buatlah aturan main atau mekanisme kerja yang jelas agar tenaga kerja yang bekerja di luar negeri mendapat kepastian atas hak dan status masa kerja mereka (seasonal laborers).

9) Keamanan Energi, Pendidikan, Riset dan Teknologi perlu diterapkan untuk memastikan Indonesia memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien sehingga keamanan energi terjamin.

10) Perdagangan -- Dorong pelaku bisnis untuk meningkatkan investasi di daerah dan tidak hanya fokus di Jawa. Pertumbuhan yang berkesinambungan dan merata akan membuat Indonesia lebih kuat dalam menghadapi perdagangan bebas di tingkat regional maupun global.

Demikian beberapa catatan 10 Agenda Utama yang perlu mendapat perhatian Presiden Terpilih mendatang. (*)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar