![]() |
| Bank Indonesia |
Ada langkah yang cukup mengejutkan. Bank Indonesia (BI)
menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan
pemerintah. Pada 2016, BI menargetkan pertumbuhan hanya tumbuh 5,4 sampai 5,8
persen. Nilai itu berbeda dengan target pemerintah sebesar 5,8 hingga 6,2
persen.
Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, meskipun lebih
pesimistis dari pemerintah, namun target pertumbuhan ekonomi pada 2016 tersebut
masih lebih baik dari tahun sebelumnya.
"BI perkirakan perekonomian baik, namun resiko
eksternal dan internal perlu diwaspadai. Tapi target itu masih lebih baik dari
tahun sebelumnya," ucap Agus.
Agus menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun ini juga
tidak begitu optimistis, yakni kuartal II diperkirakan mencapai 4,9 persen,
pada kuartal III sebesar 5,3 persen dan kuartal IV sebesar 5,4 persen.
"Pertumbuhan ekonomi dunia tidak secepat prakirakan
semula. Untuk itu respons BI tetap fokus menjaga makro ekonomi. Guna menjaga
itu BI pertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat," terangnya.
Selain itu, BI juga menargetkan Nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan berkisar Rp13.000 per USD. Berbeda
dengan target pemerintah berkisar Rp12.800 hingga Rp13.200 per USD.
Sebenarnya BI tidak perlu sepesimis itu. Angka pertumbuhan
ekonomi yang tinggi bisa saja dicapai dengan adanya banyaknya insentif dari
pemerintah. Dengan begitu, otomatis pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak.
Ayo dong seharusnya berusaha terus jangan malah jadi pesimis
dan menurunkan standar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar