Kamis, 28 Mei 2015

BI Pesimis Akan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia
Ada langkah yang cukup mengejutkan. Bank Indonesia (BI) menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan pemerintah. Pada 2016, BI menargetkan pertumbuhan hanya tumbuh 5,4 sampai 5,8 persen. Nilai itu berbeda dengan target pemerintah sebesar 5,8 hingga 6,2 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, meskipun lebih pesimistis dari pemerintah, namun target pertumbuhan ekonomi pada 2016 tersebut masih lebih baik dari tahun sebelumnya.

"BI perkirakan perekonomian baik, namun resiko eksternal dan internal perlu diwaspadai. Tapi target itu masih lebih baik dari tahun sebelumnya," ucap Agus.

Agus menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun ini juga tidak begitu optimistis, yakni kuartal II diperkirakan mencapai 4,9 persen, pada kuartal III sebesar 5,3 persen dan kuartal IV sebesar 5,4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi dunia tidak secepat prakirakan semula. Untuk itu respons BI tetap fokus menjaga makro ekonomi. Guna menjaga itu BI pertahankan kebijakan moneter yang cenderung ketat," terangnya.

Selain itu, BI juga menargetkan Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan berkisar Rp13.000 per USD. Berbeda dengan target pemerintah berkisar Rp12.800 hingga Rp13.200 per USD.

Sebenarnya BI tidak perlu sepesimis itu. Angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa saja dicapai dengan adanya banyaknya insentif dari pemerintah. Dengan begitu, otomatis pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak.


Ayo dong seharusnya berusaha terus jangan malah jadi pesimis dan menurunkan standar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar