Rabu, 27 Mei 2015

Komitment Jepang untuk Berinvestasi Hingga 640 Juta USD

investasi meningkat
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan bahwa mereka berhasil mengantongi komitmen investasi sebesar 640 juta dolar AS selama dua hari roadshow pemasaran investasi di Osaka pada hari Senin-Selasa (25-26/5). Komitmen tersebut berasal dari industri baja senilai 200 juta dolar AS, industri kimia senilai 300 juta dolar AS, kawasan industri dan properti 100 juta dolar AS, dan industri perkapalan 40 juta dolar AS.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan bahwa komitmen tersebut diperoleh dari kegiatan one-on-one meeting  BKPM dengan investor. Komitmen investasi tersebut, jelas Franky, bukan hanya dalam tahap rencana, tapi sebagian sudah memasuki tahap realisasi. Para investor yang bertemu BKPM juga telah menyampaikan minatnya untuk melakukan perluasan investasi.

"Memang, survei JETRO menunjukkan dari tiga perusahaan Jepang yang sudah masuk ke Indonesia, dua diantaranya sudah memiliki rencana perluasan. Ini yang akan terus dikawal BKPM untuk segera terealisasi,” terang Franky.

Franky menerangkan bahwa dengan adanya komitmen investasi untuk industri-industri yang strategis dan berorientasi ekspor. Dia mencontohkan seperti industri baja. Kebutuhan baja di Indonesia sebesar 14 juta ton per tahun, sementara produksi nasional hingga saat ini masih berkisar 5 juta ton per tahun. Sehingga Indonesia masih harus mengimpor baja sebesar 9-10 juta ton per tahun. Adanya investor baja baru diharapkan meningkatkan produksi baja nasional sekaligus mengurangi angka impor Indonesia. Demikian juga dengan industri kimia, di mana 50 persen produknya diorientasikan untuk ekspor.

"Hal ini tentunya berdampak positif terhadap perekonomian, selain lapangan kerja yang diciptakan,” ucap Franky.

Setelah di Osaka, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melanjutkan roadshow menindaklanjuti minat investasi Jepang di Tokyo dan Nagoya pada hari Rabu-Jumat (27-29/5) mendatang. Di kedua kota tersebut, Kepala BKPM akan melakukan pertemuan  one-on-one meeting  dengan investor potensial, pertemuan dengan asosiasi bisnis serta menggelar Investor Forum  bekerjasama dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ.

Makin banyak investasi akan makin bagus bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah juga seharusnya makin memberikan insentif dan kemudahan bagi para investor yang sudah berkomitmen tersebut supaya makin banyak lagi yang akan tertarik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar