![]() |
| Jokowi di APEC |
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagung-agungkan Indonesia
sebagai tujuan investasi yang menjanjikan, dalam pidatonya di puncak acara
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), di China National Convention Center,
Beijing.
Walau dengan bahasa Inggris 'sederhana', Jokowi dengan
berapi-api mengajak pelaku usaha yang diundang di APEC itu untuk berlomba-lomba
berinvestasi di Indonesia.
Jokowi menyatakan bahwa begitu banyaknya kesempatan investor
untuk 'ikut serta' membangun Indonesia. “Dalam lima tahun, kami ingin membangun
setidaknya 24 pelabuhan termasuk pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, Jawa,
Sulawesi, Maluku, dan Papua," ucap Jokowi.
Dengan mempresentasikan slide power point, Presiden juga
menjabarkan rencana perluasan jalur pembangunan sarana transportasi massal.
"Ini adalah kesempatan anda," ujar Jokowi, dengan bahasa Inggris yang
terbata-bata.
Meski kondisi berbahasanya terbatas, Jokowi tak sedikitpun
tertekan.
Selain perihal pelabuhan dan transportasi massal, Jokowi
juga tak menutupi kendala yang ada di Indonesia di saat berinvestasi.
"Memang banyak investor yang mengeluhkan soal pembebasan lahan. Namun saya
akan mendorong menteri, gubernur, wali kota saya untuk membereskan masalah ini.
Saya menjamin, pemerintah akan membantu perizinan bisnis secara cepat," tutur
Jokowi.
Di akhir pidatonya, Jokowi meminta investor tak ragu
berinvenstasi ke Indonesia. “Terakhir, atas nama pemerintah dan rakyat
Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mendengarkan
presentasi saya. Kami menunggu anda datang ke Indonesia. Kami menunggu anda
berinvestasi ke Indonesia. Terima kasih, terima kasih, selamat pagi," kata
Jokowi.
Pidato tersebut ternyata menuai banyak komentar di
Indonesia. Pasalnya, dalam pidato itu Jokowi membuka pintu lebar-lebar untuk berinvestasi
di Indonesia.
Namun Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan bahwa isi
pidato Jokowi itu tak ada yang luar biasa. Memang sudah selayaknya dan lumrah
halnya kalau presiden mengajak negara lain untuk berinvestasi dalam forum APEC.
"Adalah wajar presiden mengajak orang investasi di
Indonesia. APEC adalah tempatnya seperti itu," ujar Fahri Hamzah.
Fahri mengingatkan kalau APEC tak boleh dipandang hanya
sebagai ajang membuka investasi. Indonesia juga seharusnya waspada akan isu
keamanan wilayah yang juga ada di forum internasional ini.
"APEC juga tempat orang membaca kita. Pasti ada isu-isu
keamanan seperti batas wilayah dan garis pantai," ujar dia.
Menurutnya, isu keamanan ini harus dipikirkan oleh Jokowi.
Indonesia memang butuh investasi tapi yang menguntungkan rakyat.
"Saya kaget karena presiden sudah bicara itu
(investasi) di luar daripada ke dalam. Presiden harus ceritakan kepada publik,
apa rencana dia membuka ini dengan lebar, kan bahaya di darat kita sudah babak
belur dikeruk apalagi kalau di laut diambil orang lagi," tukasnya.
Bagus sekali langkah yang diambil Jokowi tersebut. Ini
berarti Indonesia akan tidak alergi dengan investasi dari luar. Semoga juga
tidak hanya pintu yang dibuka lebar untuk investasi, namun para investor juga
diberi kemudahan dan berbagai insentif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar