Jumat, 14 November 2014

Jokowi Membuka Lebar Pintu Investasi ke Indonesia

Jokowi di APEC
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagung-agungkan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menjanjikan, dalam pidatonya di puncak acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), di China National Convention Center, Beijing.

Walau dengan bahasa Inggris 'sederhana', Jokowi dengan berapi-api mengajak pelaku usaha yang diundang di APEC itu untuk berlomba-lomba berinvestasi di Indonesia.

Jokowi menyatakan bahwa begitu banyaknya kesempatan investor untuk 'ikut serta' membangun Indonesia. “Dalam lima tahun, kami ingin membangun setidaknya 24 pelabuhan termasuk pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua," ucap Jokowi.

Dengan mempresentasikan slide power point, Presiden juga menjabarkan rencana perluasan jalur pembangunan sarana transportasi massal. "Ini adalah kesempatan anda," ujar Jokowi, dengan bahasa Inggris yang terbata-bata.

Meski kondisi berbahasanya terbatas, Jokowi tak sedikitpun tertekan.

Selain perihal pelabuhan dan transportasi massal, Jokowi juga tak menutupi kendala yang ada di Indonesia di saat berinvestasi. "Memang banyak investor yang mengeluhkan soal pembebasan lahan. Namun saya akan mendorong menteri, gubernur, wali kota saya untuk membereskan masalah ini. Saya menjamin, pemerintah akan membantu perizinan bisnis secara cepat," tutur Jokowi.

Di akhir pidatonya, Jokowi meminta investor tak ragu berinvenstasi ke Indonesia. “Terakhir, atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mendengarkan presentasi saya. Kami menunggu anda datang ke Indonesia. Kami menunggu anda berinvestasi ke Indonesia. Terima kasih, terima kasih, selamat pagi," kata Jokowi.

Pidato tersebut ternyata menuai banyak komentar di Indonesia. Pasalnya, dalam pidato itu Jokowi membuka pintu lebar-lebar untuk berinvestasi di Indonesia.

Namun Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan bahwa isi pidato Jokowi itu tak ada yang luar biasa. Memang sudah selayaknya dan lumrah halnya kalau presiden mengajak negara lain untuk berinvestasi dalam forum APEC.

"Adalah wajar presiden mengajak orang investasi di Indonesia. APEC adalah tempatnya seperti itu," ujar Fahri Hamzah.

Fahri mengingatkan kalau APEC tak boleh dipandang hanya sebagai ajang membuka investasi. Indonesia juga seharusnya waspada akan isu keamanan wilayah yang juga ada di forum internasional ini.

"APEC juga tempat orang membaca kita. Pasti ada isu-isu keamanan seperti batas wilayah dan garis pantai," ujar dia.

Menurutnya, isu keamanan ini harus dipikirkan oleh Jokowi. Indonesia memang butuh investasi tapi yang menguntungkan rakyat.

"Saya kaget karena presiden sudah bicara itu (investasi) di luar daripada ke dalam. Presiden harus ceritakan kepada publik, apa rencana dia membuka ini dengan lebar, kan bahaya di darat kita sudah babak belur dikeruk apalagi kalau di laut diambil orang lagi," tukasnya.


Bagus sekali langkah yang diambil Jokowi tersebut. Ini berarti Indonesia akan tidak alergi dengan investasi dari luar. Semoga juga tidak hanya pintu yang dibuka lebar untuk investasi, namun para investor juga diberi kemudahan dan berbagai insentif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar