![]() |
| Naryanto Wagimin |
Pemerintahan yang baru memberikan harapan baru berbagai
pihak termasuk bagi investor. Salah satu sektor investasi yang paling strategis
adalah investor dari sektor energi. Maka dari itu harus kita teliti perihal
hambatan-hambatan yang banyak dikeluhkan oleh para investor.
Hambatan ini pun diakui oleh salah seorang pimpinan SKK
Migas. Dia menyebutkan bahwa saat ini investasi minyak dan gas bumi di
Indonesia masih terhambat ratusan perizinan.
Hanif Rusjdi, Kepala SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara
memberikan pernyataan bahwa iklim investasi migas nasional perlu perhatian
pemerintahan Jokowi-JK. Khususnya dalam upaya perampingan perizinan yang selama
ini banyak dikeluhkan pengusaha.
"Paling banyak komplain dari pengusaha adalah di
perizinan dan pembebasan lahan, semoga ada aturan jelas di pemerintah baru
ini," pungkasnya di Pekanbaru.
Menurut Hanif, SKK Migas mengidentifikasi adanya 289
perizinan dalam kegiatan hulu migas yang menghambat iklim investasi.
Usai dilakukan pembahasan, perizinan tersebut telah direncanakan
akan diringkas menjadi 69 perizinan yang kini baru direalisasikan melalui
sembilan perizinan utama.
Usaha untuk perampingan izin sebenarnya dimulai dari era
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden
No.2/2012 untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel.
Hanif juga mengakui bahwa sangat tidak mudah untuk
melaksanakan pembenahan itu karena masalah perizinan ini berkaitan dengan kebijakan
lintas kementerian, pemerintah provinsi hingga tingkat kabupaten/kota.
Padahal, satu wilayah kerja (WK) yang telah disetujui oleh
Kementerian ESDM idealnya sudah bisa langsung untuk dikelola (clean and clear).
"Alasan kenapa sangat lama bisa diwujudkan karena
masing-masing sektor merasa kebijakannya sudah benar," ujarnya.
Untungnya Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Naryanto
Wagimin menyadari banyak tantangan yang harus dihadapinya untuk memperbaiki
sektor migas. Salah satunya yakni produksi minyak nasional yang setiap tahun
tak pernah mencapai target bahkan cenderung mengalami penurunan.
Dia menegaskan bahwa dalam lima tahun ke depan tercatat
bahwa sudah ada 20 KKKS yang melakukan perpanjangan kontrak. Mereka membutuhkan
kepastian dalam perjanjian perpanjangan kontrak. Banyak proyek yang membutuhkan
kepastian perjanjian dari regulator, dalam hal ini Dirjen Migas. Salah satu
yang paling menarik adalah nasib perpanjangan kontrak Blok Mahakam.
Naryanto juga mengakui bahwa dirinya mendapat mandat dan
tugas khusus langsung dari Menteri ESDM Sudirman Said dan Presiden Jokowi.
Mandat yang dimaksud adalah menghilangkan hambatan-hambatan dalam investasi di
sektor migas.
"Itu tadi bottleneck-bottleneck itu dihilangkan supaya
cepat," tegasnya.
Tentunya kita sangat berharap agar pemerintah benar akan
merealisasikan janji tersebut. Kalau investasi memang berjalan lancar, maka
target Jokowi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7% akan bisa
dicapai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar