Rabu, 09 April 2014

Pemilihan Presiden, Bakal Terjadi ‘Perang’ antara Generasi Lama vs Baru


Hasil dari Pemilihan Legislatif  9 April 2014 sudah mulai kelihatan. Berdasarkan hasil quick count atau hitungan cepat berbagai lembaga, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar dan Partai Gerindra menempati urutan satu sampai tiga. Partai Demokrat yang menjadi pemenang Pemilihan Legislatif 2004 dan 2009, terlempar dari tiga besar dan hanya menduduki posisi ke-empat.  

Berdasarkan hasil hitungan cepat, ada partai-partaiyang mencatat kenaikan dibanding Pemilu 2009 lalu, tapi ada partai yang menurun atau lebih rendah dari hasil Pemilu 2009. Ada partai yang mencatat kenaikan hasil suara, tapi di bawah target, seperti PDIP, tapi ada hasil di luar dugaan banyak pengamat seperti Partai Kebangkitan Bangsa, yang menempel ketat Partai Demokrat.
Ada juga partai gagal mencapai target seperti Partai Keadilan Sejahtera yang hanya berada di posisi ke-7. Optimisme presiden PKS Anis Mata dan petinggi PKS untuk masuk ke tiga besar, rupanya mimpi belaka. Tampaknya kasus ‘korupsi sapi impor’ yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfie Hasan telah membuat sebagian pemilih militan PKS ‘kabur’ ke partai-partai lain. Bisa jadi ada yang ke PKB, yang mencatat hasil yang diluar perkiraan banyak pengamat, atau partai lainnya.

Partai
Quick Count Kompas
Cyrus-CSIS
PDIP
19.22
19.00%
Golkar
15.02
14.3
Gerindra
11.76
11.8
Partai Demokrat
9.43
9.6
PKB
9.13
9.2
PAN
7.51
7.5
PKS
6.98
6.9
PPP
6.68
6.7
Nasdem
6.71
6.9
Hanura
5.1
5.5
PBB
1.5
1.6
PKPI
0.95
1.1
Golput
26.63


Sumber (1): Quick Count Kompas (per 10 April)
Suara masuk: 93%:
Suara sah: 65.62%
Suara tidak sah 7.75%
Golput: 26.63%

Sumber (2): Cyrus-CSIS; Sample: 98.2%

Bila hasil quick count terbukti pada hasil real coun KPU nanti, tidak ada partai yang menang besar dan meyakinkan. Itu berarti peta ‘koalisi’ bakal sengit dan cair, tergantung hasil lobi-lobi elit partai-partai politik.

Pertanyaan yang muncul di publik saat ini adalah, siapa yang menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden? Partai-partai yang mendulang suara cukup besar (tiga besar) akan bekerjasama dengan  partai mana dalam memajukan Calon Presiden dan Wakil Presiden?

Salah satu foto yang beredar di media-media sosial
Dari berita-berita yang muncul hingga hari ini,dan pernyataan para pemimpin partai-partai yang mendulang suara tiga besar, maka calon Presiden yang bakal diusung adalah Jokowi (oleh partai PDIP, Aburizal Bakrie (ARB) dari partai Golkar dan Prabowo dari Parai Gerindra. Bisa jadi akan ada Capres lain yang diusung, tergantung hasil kesepakatan.

PDIP hari mengatakan bahwa partai ini tidak akan mengubah keputusannya mencapreskan Jokowi. Tinggal sekarang, partai itu akan berkoalisasi/bekerjasama dengan partai apa dan siapa yang dipasangkan dengan Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden. Sejauh ini, suara-suara yang muncul di publik adalah bahwa Jokowi bakal dipasangkan dengan Mahfud MD (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Jusuf Kalla, Moeldoko (Panglima ABRI) atau Hatta Rajasa, Ketua PAN. Sehari sebelum Pemilu Puan Maharani, ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu PDIP) dan timnya bertemu dengan ketua PAN, sehingga muncul dugaan PDIP akan berkoalisi dengan PAN.

Golkar tampaknya akan tetap mengajukan Aburizal Bakrie (ARB) sebagai calon Presiden. Hasil Pileg yang dibawah target dan catatan buruk ARB khususnya terkait Lapindo, telah menggoyangkan posisi ARB di internal Golkar dan masih ada kemungkinan pencapresan ARB akan dievaluasi. Bila melihat pernyataan Ical kemarin, terlihat ARB sangat percaya diri untuk maju menjadi Capres Golkar. Bila memang, Golkar akan masuk kembali ke pemerintah, tapi bila kalah, maka ini untuk ketiga kalinya Golkar hanya menempel dengan partai penguasa, tidak menjadi pelaku utama.  

Bagaimana dengan Gerindra? Hampir dipastikan Prabowo akan menjadi Calon Presiden Gerindra. Siapa yang dipasangkan menjadi calon wakil presiden, masih sangat spekulatif, tergantung hasil lobi/koalisi partai-partai. Gerindra

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat? Dari hasil hitungan cepat, tampaknya sangat sulit bagi Partai Demokrat untuk mengusung Capres sendiri. Yang paling masuk akal, PD mengajukan Cawapres.

Dalam beberapa minggu kedepan, partai apa akan berkoalisi dengan siapa, barulah akan kelihatan. Yang hampir pasti, kini kita memiliki tiga Calon Presiden, Jokowi, Aburizal ‘Ical’ Bakrie dan Prabowo. Prabowo dan Ical (ARB) adalah mantan politisi Golkar yang mewakili generasi lama, artinya masih ada kaitan dengan Orba, dan Jokowi mewakili generasi baru. Maka dengan demikian pertarungan di Pemilihan Presiden nanti (Pilpres) bakal terjadi antara Generasi Lama/Tua dan Generasi Baru/Generasi Baru. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar