Rabu, 04 Februari 2015

Para Raksasa Minyak Dunia Potong Investasi

Total E&P
Dunia dikejutkan oleh para raksasa minyak dunia yang beramai-ramai mengumumkan pemotongan atau pemangkasan pada rencana investasi mereka. British Petroleum (BP), raksasa minyak asal Inggris, memangkas rencana investasi mereka karena harga minyak yang saat ini masih rendah yaitu di level US$ 50/barel.

BP mengumumkan rencana mereka untuk memotong belanja modal sekitar 20% dan akan menunda sejumlah investasi. Harga minyak yang turun sampai 50% dalam setengah tahun terakhir begitu memukul kinerja keuangan BP.

BP akan mengurangi anggaran eksplorasi dan produksi sampai US$ 20 miliar (Rp 240 triliun) pada 2015. Turun dari rencana sebelumnya yaitu US$ 26 miliar (Rp 312 triliun).

BP juga mengalami kerugian karena memiliki saham 20% di perusahaan minyak Rusia, Rosneft. Pasalnya, Rusia tengah dihantam sanksi oleh negara-negara barat.

Selain BP, Raksasa minyak asal Tiongkok, CNOOC, juga sudah mengumumkan rencana mereka untuk memangkas anggaran 35% tahun ini. Perusahaan minyak asal Rusia, Gazprom, juga akan mengurangi belanja sebesar US$ 8 miliar (Rp 96 triliun).

Sedangkan minggu lalu Royal Dutch Shell mengumumkan akan mengurangi invesatasi sebesar US$ 15 miliar (Rp 180 triliun) dalam 3 tahun ke depan. Chevron, perusahaan minyak asal Amerika Serikat (AS), juga akan memotong belanja sebesar 13%.

Di kala sepinya investasi seperti ini, seharusnya Indonesia bersyukur bahwa Total E&P masih tetap pada rencana mereka untuk berinvestasi hingga triliunan rupiah di Blok Mahakam.

Apalagi, krisis energi sudah di depan mata. Apabila Indonesia masih bersikeras untuk membiarkan Pertamina sendiri yang mengoperasikan Blok Mahakam, bisa-bisa produksi minyak anjlok dan makin berimbas pada krisis energi di Indonesia.

Sepertinya juga Pertamina yang bekerjasama dengan Total E&P adalah win-win solution terbaik. Total E&P selain bisa menyediakan dana yang dibutuhkan oleh Pertamina, juga akan bisa transfer teknologi dan skill.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar